Kementerian UMKM Dampingi 776 Pelaku Usaha Aceh Pascabencana

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat pendampingan pemulihan usaha bagi pelaku UMKM terdampak bencana di Provinsi Aceh. Melalui Program Pemulihan UMKM Pascabencana, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, serta kemudahan memperoleh pembiayaan agar usaha masyarakat kembali produktif dan mandiri.

Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Rahmadi, mengatakan pendampingan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu pelaku usaha terdampak bencana di Sumatera untuk bangkit dan mengembangkan kembali usahanya.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Rahmadi saat membuka Workshop Peningkatan Akses Pasar, Penguatan Kapasitas Produksi, dan Akses Pembiayaan di Kota Lhokseumawe, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan usaha, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta teknologi digital untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan kesiapan mengakses sumber pembiayaan.

Selain pelatihan, Kementerian UMKM juga memperkenalkan ekosistem digital SAPA UMKM sebagai pusat layanan terpadu bagi para pengusaha.

Melalui aplikasi tersebut, pelaku UMKM dapat mengakses berbagai kebutuhan usaha, mulai dari informasi, pelatihan, pendampingan, hingga koneksi dengan mitra usaha dan lembaga pembiayaan.

Rahmadi berharap pemanfaatan SAPA UMKM semakin luas, khususnya bagi pelaku usaha di Aceh, sehingga proses pemulihan dan pengembangan usaha dapat berjalan lebih optimal.

Workshop ini diikuti 776 wirausaha dari enam kabupaten/kota di Regional IV Aceh, yakni Aceh Barat, Pidie, Pidie Jaya, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen.

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, mengapresiasi langkah Kementerian UMKM dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Pemerintah Kota Lhokseumawe, kata dia, berkomitmen mendukung pelaku usaha melalui pemenuhan legalitas usaha, penguatan pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas produk dan kemasan, serta penerapan teknologi digital.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Reza Ferdian, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil validasi, sebanyak 70.314 dari total 125.308 usulan pelaku usaha terdampak bencana di Aceh telah dinyatakan lolos validasi sebagai calon penerima Bantuan Presiden (Banpres).

Ia mengimbau para pelaku UMKM untuk melengkapi persyaratan administrasi, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Reza juga mengingatkan agar dana bantuan dimanfaatkan secara produktif, antara lain untuk membeli bahan baku dan memperbaiki sarana produksi.

Melalui pendampingan, pelatihan, akses pembiayaan, dan pemanfaatan teknologi digital, Kementerian UMKM berharap pelaku usaha di Aceh dapat segera memulihkan kegiatan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing usaha secara berkelanjutan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *