FACEINDONESIA.CO.ID-PT Bank Central Asia (BCA) terus memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Workshop Sertifikasi Halal dan Pelatihan Usaha 2026.
Program yang digelar di PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung itu diikuti 100 pelaku UMKM sektor makanan dan minuman.
Sejak 2023, BCA telah memfasilitasi sekitar 5.000 sertifikat halal bagi pelaku UMKM di hampir 40 provinsi. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas dan daya saing usaha.
Kepala KCU BCA Tanjung Priok, Indrawanto Sahama, mengatakan sertifikasi halal kini tidak hanya menjadi kewajiban regulasi, tetapi juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.
Selain pendampingan sertifikasi halal, peserta juga mendapatkan pelatihan pengembangan usaha, penyusunan business model, pembukaan rekening secara digital, aktivasi QRIS Merchant BCA, hingga akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya BCA mendorong UMKM naik kelas, dari unbankable menjadi bankable.
Hingga Juni 2026, BCA mencatat pertumbuhan kredit UKM sebesar 6 persen secara tahunan.
Perseroan juga menyalurkan pembiayaan Rp18,5 triliun kepada lebih dari 39 ribu wirausaha perempuan, serta memberikan berbagai pelatihan bisnis, literasi keuangan, digitalisasi usaha, dan pendampingan ekspor.
Melalui program ini, BCA berharap semakin banyak UMKM mampu memenuhi standar industri, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memperkuat daya saing produknya di pasar nasional maupun global.(ZID)






