ASDP Tanam 2.500 Mangrove di Banggai, Perkuat Ekosistem Pesisir

Dok.ASDP

FACEINDONESIA.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan menanam 2.500 pohon mangrove di kawasan pesisir Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, sebagai upaya mendukung mitigasi perubahan iklim dan menjaga ekosistem pesisir.

Mengusung tema “Connecting Sustainability, Growing Net Zero”, program ini menjadi bagian dari kontribusi ASDP dalam mendorong solusi berbasis alam (nature-based solutions) guna meningkatkan ketahanan kawasan pesisir sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, keberlanjutan kini menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan. Sebagai BUMN yang menghubungkan wilayah kepulauan Indonesia, ASDP tidak hanya berfokus pada layanan transportasi yang andal, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

“Keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan tanggung jawab. Mobilitas dan konektivitas yang kami bangun harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan,” ujar Heru, Kamis (23/7).

Menurutnya, penanaman mangrove di Pagimana merupakan langkah nyata ASDP dalam mendukung aksi iklim sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, habitat berbagai biota laut, serta mampu menyerap karbon dalam jumlah besar. Karena itu, rehabilitasi hutan mangrove dinilai menjadi solusi efektif untuk memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, ASDP bekerja sama dengan Jejakin untuk menerapkan sistem Digital Monitoring & Reporting. Melalui teknologi satelit dan kecerdasan buatan (AI), setiap pohon yang ditanam dapat dipantau mulai dari lokasi, pertumbuhan, hingga estimasi penyerapan karbon secara transparan.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, program ini diharapkan mampu memperluas kawasan hijau pesisir, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung target dekarbonisasi nasional.

Menurutnya, penanaman mangrove juga menjadi implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus diterapkan dalam operasional perusahaan.

Selain itu, program tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait penanganan perubahan iklim dan pelestarian ekosistem laut serta daratan.

Program ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Lambangan, Marwan Zaman, yang menilai inisiatif ASDP memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus menunjukkan keseriusan perusahaan melalui proses survei sebelum pelaksanaan.

Ke depan, ASDP akan terus memperkuat berbagai program keberlanjutan sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan yang tangguh, ramah lingkungan, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia yang lebih hijau.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *