FACEINDONESIA.CO.ID- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendukung program stimulus ekonomi pemerintah menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) dengan memberikan pembebasan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan bagi pengguna jasa penyeberangan.
Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan biaya perjalanan masyarakat sekaligus meningkatkan keterjangkauan transportasi penyeberangan, khususnya bagi masyarakat yang akan bepergian antarpulau selama libur akhir tahun.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan dukungan terhadap stimulus tersebut merupakan bentuk sinergi perusahaan dengan pemerintah untuk memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat.
“ASDP menyambut baik kebijakan stimulus pemerintah ini. Melalui pembebasan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan, masyarakat dapat menikmati pengurangan pada salah satu komponen tarif penyeberangan,” ujar Heru dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Program ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor PJ-MHB 7 Tahun 2026, Nomor 145 Tahun 2026, dan Nomor 298 Tahun 2026 tentang Pemberian Diskon Tarif Transportasi untuk Stimulus Ekonomi Periode Libur Sekolah Tahun 2026, Natal 2026, dan Tahun Baru 2027.
Penjualan tiket dengan stimulus dijadwalkan mulai 7 November 2026, untuk periode keberangkatan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Fasilitas ini berlaku bagi penumpang pejalan kaki serta kendaraan Golongan II dan Golongan IVA di 14 pelabuhan yang melayani tujuh lintasan penyeberangan operasional ASDP, baik layanan reguler maupun ekspres.
Ketujuh lintasan tersebut meliputi Merak-Bakauheni (PP), Ketapang-Gilimanuk (PP), Padangbai-Lembar (PP), Tanjung Uban-Telaga Punggur (PP), Ajibata-Ambarita (PP), Kayangan-Poto Tano (PP), serta Sape-Labuan Bajo (PP).
Heru menambahkan, program stimulus ini diproyeksikan dapat dimanfaatkan oleh 188.909 penumpang pejalan kaki dan 467.118 unit kendaraan.
Sementara itu, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa perusahaan juga terus mempersiapkan kesiapan operasional untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Menurutnya, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat, termasuk memastikan kesiapan armada kapal dan pelayanan di pelabuhan.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Nataru,” kata Windy.
Windy juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan sejak dini dan membeli tiket melalui kanal resmi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan.
Dengan memiliki tiket dan jadwal keberangkatan yang telah ditentukan, pengguna jasa diharapkan dapat melakukan perjalanan secara lebih tertib dan nyaman.
Melalui program pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ini, ASDP berupaya memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi selama periode Nataru 2026/2027.(SAN)






