Kemendikdasmen Kembangkan Loka MBG, Adopsi Sistem SIPLah

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung pengembangan Loka MBG untuk memperkuat tata kelola pembelanjaan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sistem ini mengadopsi pengalaman ekosistem digital Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) yang selama ini digunakan satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Kemendikdasmen menjalin kerja sama pengembangan sistem informasi pembelanjaan SPPG melalui Loka MBG. Kolaborasi tersebut bertujuan menciptakan proses pengadaan barang yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Bacaan Lainnya

Kerja sama itu dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Dukungan Pengembangan Tata Kelola Belanja SPPG. Pengembangan Loka MBG memanfaatkan pengalaman SIPLah sebagai sistem digital yang telah mendukung proses pembelanjaan kebutuhan satuan pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama Kemendikdasmen dan BGN dapat meningkatkan kualitas pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan peserta didik di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, ini satu kerja sama yang sangat bagus, dan mudah-mudahan dengan kerja sama ini pelayanan MBG semakin baik, tepat sasaran, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh murid di Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat sekaligus memiliki semangat dalam belajar.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa SIPLah menjadi referensi pengembangan Loka MBG karena telah memiliki pengalaman dalam mendukung tata kelola pembelanjaan satuan pendidikan.

Ia menilai mengadaptasi sistem yang sudah berjalan akan lebih efektif dibandingkan membangun mekanisme baru yang belum teruji. Selanjutnya, sistem tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional SPPG.

“Daripada kita mengarang-ngarang sesuatu yang belum pernah ada, yang belum tentu bisa jalan, jadi kita mengadopsi, meniru sesuatu yang memang sudah berjalan, sudah baik di Kemendikdasmen. Tinggal kita modifikasi sedikit,” ungkap Sudaryono.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdas PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan pengalaman pengelolaan SIPLah menjadi salah satu kontribusi konkret kementeriannya dalam pengembangan Loka MBG.

Sepanjang 2025, SIPLah mencatat sebanyak 5,01 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp21,6 triliun. Transaksi tersebut melibatkan 294.897 satuan pendidikan. Jumlah transaksi meningkat 20,76 persen, sedangkan nilai transaksi tumbuh 25,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Gogot, capaian tersebut menunjukkan peran SIPLah dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas belanja satuan pendidikan.

Dari sisi efektivitas, sekolah dapat memenuhi kebutuhan secara mandiri melalui 73.725 toko yang tersebar di 496 kabupaten dan kota. Sementara efisiensi didukung kemudahan membandingkan harga antarpenyedia hingga melakukan pemesanan dalam satu sistem, dengan acuan standar satuan harga pemerintah daerah.

Aspek transparansi diwujudkan melalui keterbukaan harga dan rincian barang. Adapun akuntabilitas didukung pencatatan transaksi secara digital sehingga setiap pembelanjaan dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.

Prinsip tata kelola tersebut selanjutnya menjadi fondasi pengembangan sistem pembelanjaan SPPG melalui Loka MBG. Selain mendukung pengelolaan kebutuhan dapur MBG, sistem ini juga membuka peluang keterlibatan pelaku usaha lokal di sekitar lokasi SPPG.

Gogot menambahkan, kerja sama tersebut mencakup pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak, termasuk dukungan mitra penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik. Kemendikdasmen juga menyiapkan dukungan melalui Balai Layanan Tata Kelola Sumber Daya Satuan Pendidikan (Balai SDSP).

“Pengalaman ekosistem SIPLah ini yang akan kita sampaikan dalam kerja sama ini untuk dapat mendukung Loka MBG,” jelas Gogot.

Saat ini, pengembangan Loka MBG telah memasuki tahap uji coba dengan melibatkan 40 SPPG dan sekitar 200 pemasok.

Berdasarkan tahapan yang direncanakan, Loka MBG telah menjalani soft launching pada 30 Oktober 2026. Selanjutnya, grand launching dijadwalkan pada Desember 2026, sebelum sistem tersebut diharapkan dapat diterapkan secara menyeluruh pada Januari 2027.

Melalui pengembangan Loka MBG, pengalaman transformasi digital Kemendikdasmen dalam mengelola SIPLah diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas. Pemanfaatan sistem digital ini juga menjadi upaya memperkuat transparansi pengadaan, memperluas akses pemasok lokal, serta mendukung tata kelola Program Makan Bergizi Gratis agar semakin efektif dan akuntabel.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *