Kementan Gandeng AKDI Genjot Ekspor Durian Indonesia ke China

Dok. Keentan

FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai mengonsolidasikan kekuatan petani dan pelaku usaha durian nasional untuk memperkuat ekspor ke pasar China yang bernilai ratusan triliun rupiah.

Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Asosiasi Kebun Durian Indonesia (AKDI) sebagai mitra strategis dalam membangun rantai pasok, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pasar internasional.

Bacaan Lainnya

Direktur Hilirisasi Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Freddy Lumban Gaol, mengatakan pengembangan durian berorientasi ekspor merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat daya saing komoditas unggulan Indonesia di pasar global.

“Durian menjadi salah satu komoditas prioritas yang memiliki potensi besar untuk pasar ekspor dan perlu terus dikembangkan,” ujar Freddy di sela kegiatan Nusa Horti, Sabtu (13/6).

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri menjangkau seluruh petani. Karena itu, AKDI dinilai berperan penting sebagai wadah yang menghimpun pekebun durian dari berbagai daerah agar bergerak lebih terorganisasi.

Dengan dukungan kelembagaan yang kuat, pemerintah dapat mempercepat pendampingan, registrasi kebun, sertifikasi Good Agricultural Practices (GAP), hingga fasilitasi pemasaran.

Freddy menegaskan, China tetap menjadi target utama ekspor karena permintaan durian terus meningkat dengan nilai pasar yang diperkirakan mencapai sekitar Rp130 triliun per tahun.

Selama ini, sebagian durian Indonesia masih masuk ke China melalui negara perantara. Ke depan, pemerintah ingin memperkuat jalur ekspor langsung agar produk nasional memiliki nilai tambah lebih besar.

Untuk mendukung target tersebut, Kementan bersama AKDI akan memperluas business matching dengan calon pembeli dari berbagai negara. Selain China, peluang ekspor juga dibuka ke kawasan Timur Tengah dan Eropa.

Freddy menambahkan, hilirisasi hortikultura tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga penguatan kelembagaan ekonomi petani agar mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Indonesia di pasar global. (HER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *