Menko PM Dukung Gerakan Zakat Kemenag, Perkuat Solidaritas Sosial Bangsa

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mendukung penguatan gerakan zakat dan filantropi yang digagas Kementerian Agama. Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat penting untuk memperkuat solidaritas sosial serta mendorong pemberdayaan masyarakat.

Muhaimin mengatakan, forum yang mempertemukan berbagai elemen bangsa dalam gerakan sosial keagamaan memiliki peran strategis. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat gotong royong nasional dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.

Bacaan Lainnya

“Forum seperti ini sangat strategis karena mempertemukan berbagai pihak untuk saling menguatkan. Kita membangun gotong royong dan kolaborasi agar mampu menjawab persoalan masyarakat secara bersama-sama,” ujar Muhaimin dalam kegiatan Selasar Hangat Lintas Keyakinan di Jakarta International Velodrome, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, Ramadan memiliki makna penting tidak hanya sebagai momentum ibadah, tetapi juga sebagai ruang memperkuat kepedulian sosial. “Ramadan harus kita jadikan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan sosial dan bulan kolaborasi untuk mengatasi berbagai persoalan masyarakat,” katanya.

Muhaimin menilai Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun kesejahteraan bersama. Tradisi gotong royong dan kepedulian sosial menjadi kekuatan penting yang perlu terus dirawat. “Kekuatan Indonesia bukan hanya pada sumber daya alamnya, tetapi pada moralitas, spiritualitas, dan solidaritas sosial yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi sosial keagamaan seperti zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, gerakan filantropi yang dikelola dengan baik dapat memberi dampak luas bagi masyarakat prasejahtera.

“Kita harus memastikan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berhenti pada momentum Ramadan, tetapi juga menjadi gerakan pemberdayaan ekonomi yang mendorong masyarakat naik kelas,” kata Muhaimin.

Ia menambahkan pemerintah terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam gerakan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan lembaga zakat, dunia usaha, dan relawan sosial di berbagai daerah.

“Kami mengajak seluruh komponen bangsa menjadikan gerakan sosial Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas dan kerja bersama. Sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat akan menjadi modal penting untuk membangun Indonesia yang lebih berdaya dan sejahtera,” pungkasnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *