Menpar Tinjau Desa Astra Kemiren, Perkuat Wisata Budaya Banyuwangi

Dok.Astra International

FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi Desa Sejahtera Astra Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan wisata budaya berbasis masyarakat.

Bacaan Lainnya

Desa Sejahtera Astra Kemiren dikenal sebagai desa wisata yang melestarikan budaya masyarakat Osing melalui berbagai tradisi, seni, dan kearifan lokal yang tetap terjaga.

Dalam kunjungan tersebut, Menpar didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Plt Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi, Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti, serta Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren Mohammad Edy Saputro.

Rombongan meninjau sejumlah aktivitas budaya dan ekonomi kreatif, mulai dari pertunjukan Gejog Lesung, proses menyangrai Kopi Osing, pembuatan kue tradisional kucur, kerajinan anyaman daun kelapa, hingga produk UMKM desa wisata.

Pada kesempatan itu, Astra menyerahkan bantuan berupa 20 unit komposter, 50 paket perlengkapan homestay, serta pembangunan amfiteater untuk mendukung pengembangan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Terima kasih kepada Astra yang telah membina Desa Sejahtera Astra Kemiren. Dukungan ini memperkuat pengembangan destinasi pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan,” ujar Menpar.

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan, kunjungan tersebut merupakan apresiasi atas komitmen masyarakat menjaga budaya Osing sekaligus mengembangkan potensi wisata desa.

Menurut Boy, pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Astra berharap budaya Osing terus lestari dan memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Sejak 2024, Astra mendampingi Desa Sejahtera Astra Kemiren melalui program Desa Sejahtera Astra yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Program tersebut telah menjangkau sekitar 300 warga. Saat ini desa memiliki 50 homestay dengan 92 kamar, 40 pelaku UMKM di sektor kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang aktif mengelola destinasi.

Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis juga meningkat sekitar 33 persen. Capaian itu menunjukkan pelestarian budaya mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.

Desa Kemiren juga meraih berbagai penghargaan, seperti Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ASEAN Tourism Award 2025, serta terpilih dalam The Best Tourism Village Upgrade Programme 2025, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata budaya berkelanjutan.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *