5 Bendungan Beroperasi, PU Percepat Irigasi ke Sawah

Dok.Kementerian PU

FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan jaringan irigasi pada lima bendungan yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini dilakukan agar manfaat bendungan dapat dirasakan maksimal, terutama untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan bendungan tidak berhenti setelah konstruksi selesai. Menurutnya, jaringan irigasi menjadi faktor penting agar air dari bendungan benar-benar mengalir hingga ke lahan pertanian.

Bacaan Lainnya

“Dalam mendukung ketahanan pangan, lima bendungan ini memberikan layanan irigasi seluas sekitar 39.540 hektare yang didukung jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer,” ujar Dody saat mendampingi Presiden Prabowo meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7).

Lima bendungan tersebut meliputi Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat. Seluruhnya dibangun pada periode 2015-2025 sebagai bagian dari penguatan ketahanan air dan pangan nasional.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi fondasi pembangunan sekaligus penopang peningkatan produksi pangan.

“Lima bendungan yang diresmikan hari ini merupakan investasi negara senilai sekitar Rp9,79 triliun. Dengan dukungan teknologi dan benih unggul, bendungan ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar satu juta ton beras,” kata Prabowo.

Dody menjelaskan, jaringan irigasi yang telah beroperasi saat ini sudah melayani sekitar 15.241 hektare lahan pertanian. Rinciannya, Bendungan Meninting melayani 494 hektare, Jlantah 806 hektare, Sidan 9.598 hektare, dan Keureuto 4.343 hektare.

Pemerintah juga akan membangun jaringan irigasi tambahan yang ditargetkan mampu mengairi 24.299 hektare sawah. Tambahan layanan itu mencakup 1.065 hektare di Bendungan Meninting, 688 hektare di Jlantah, 10.352 hektare di Keureuto, dan 12.194 hektare di Rukoh.

Dengan selesainya pembangunan tersebut, seluruh potensi layanan irigasi seluas 39.540 hektare diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

“Tugas Kementerian PU belum selesai. Kami akan terus membangun jaringan irigasi agar air benar-benar sampai ke lahan pertanian sesuai arahan Bapak Presiden,” ujar Dody.

Selain mendukung pertanian, bendungan juga berfungsi menyediakan air baku bagi masyarakat. Khusus Bendungan Meninting di Lombok Barat, keberadaannya dinilai berhasil mengurangi konflik antarpetani akibat perebutan air saat musim tanam.

Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung sekitar 10 juta meter kubik air dan didukung jaringan irigasi sepanjang sekitar 26 kilometer. Infrastruktur tersebut mampu mengairi sekitar 1.600 hektare sawah sepanjang tahun.

Menurut Dody, sebelum bendungan dibangun, petani di kawasan itu hanya mengandalkan tadah hujan sehingga hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun. Kini, dengan tersedianya pasokan air yang lebih baik, intensitas tanam meningkat menjadi tiga kali dalam setahun.(BRA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *