Menkes Target Temukan 37 Ribu Kasus Kusta

Dok.Kementerian Kesehatan

FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan penemuan 37 ribu kasus kusta di Indonesia sebagai langkah mempercepat pengobatan sekaligus memutus rantai penularan penyakit tersebut.
Target itu disampaikan saat membuka Konferensi Nasional Kusta 2026 di Jakarta, Jumat (10/7). Saat ini, jumlah kasus yang berhasil ditemukan baru sekitar 14 ribu.

“Kalau yang ditemukan hanya 14 ribu, berarti masih banyak penderita yang belum terdeteksi dan berpotensi menularkan,” ujar Budi.

Untuk mempercepat deteksi dini, Kementerian Kesehatan akan memberikan penghargaan kepada puskesmas dengan capaian penemuan kasus kusta terbanyak pada peringatan Hari Kesehatan Nasional, November mendatang. Hadiah yang disiapkan masing-masing Rp100 juta, Rp75 juta, dan Rp50 juta bagi tiga pemenang.

Budi menjelaskan, kusta merupakan penyakit infeksi akibat bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik yang tersedia gratis di fasilitas kesehatan.

Menurutnya, setelah pasien mulai mengonsumsi obat, risiko penularan langsung menurun drastis. Karena itu, deteksi dan pengobatan sedini mungkin menjadi kunci eliminasi kusta.

Ia juga menyebut kontak erat pasien dapat diberikan antibiotik Rifampisin sebagai upaya pencegahan. Gejala kusta antara lain muncul bercak putih pada kulit yang mati rasa saat disentuh.

Selain meningkatkan penemuan kasus, Menkes menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap penyandang kusta. Stigma masih menjadi penyebab banyak penderita terlambat berobat hingga mengalami kecacatan yang sebenarnya bisa dicegah.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah menjadikan eliminasi kusta sebagai prioritas.

Menurutnya, kesehatan dan pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Sementara itu, Honorary Chair The Nippon Foundation sekaligus WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination Yohei Sasakawa mengingatkan bahwa eliminasi kusta bukan hanya soal menyembuhkan penyakit, tetapi juga menghapus diskriminasi terhadap para penyintas.

Dalam konferensi tersebut, sejumlah kepala daerah menandatangani komitmen percepatan eliminasi kusta sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah mengakhiri penyakit sekaligus menghilangkan stigma di masyarakat.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *