FACEINDONESIA.CO.ID-Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dihadirkan sebagai pusat mutu pendidikan di daerah yang diharapkan mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, keberadaan SNT tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah menyiapkan generasi unggul dan calon pemimpin Indonesia pada masa depan.
Hal tersebut disampaikan Wamendikdasmen Fajar saat menyapa calon murid baru SNT 08 Kabupaten Cianjur yang telah dinyatakan lolos seleksi dan mengikuti proses pendaftaran ulang di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur, Rabu (5/8).
Wamendikdasmen Fajar menyampaikan selamat kepada seluruh calon murid yang berhasil lolos seleksi. Ia mengatakan kesempatan menjadi bagian dari angkatan pertama SNT merupakan amanah yang perlu dijaga dengan kesungguhan belajar, kerja keras, dan semangat untuk terus berkembang. “SNT adalah simbol pusat mutu pendidikan yang ada di daerah masing-masing. Ketika Kabupaten Cianjur memiliki SNT, berarti Cianjur memiliki pusat mutu pendidikan yang diharapkan mampu melahirkan generasi terbaik bagi daerah maupun bangsa,” ujar Fajar.
Pemerintah, lanjut Fajar, menaruh perhatian besar terhadap pengembangan SNT melalui penyediaan infrastruktur pendidikan dan penyiapan guru-guru terbaik. Fasilitas yang disiapkan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter sebagai bekal menghadapi masa depan. “Kemewahan yang diperoleh di SNT harus dibayar dengan prestasi, kerja keras, dan manfaat yang kelak diberikan kepada masyarakat. Pemerintah menaruh harapan besar kepada generasi muda yang akan tumbuh di sekolah ini untuk menjadi bagian dari pemimpin Indonesia pada masa mendatang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wamendikdasmen Fajar mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (_artificial intelligence_/AI), menuntut pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Menurutnya, pendidikan juga harus membentuk karakter, kepekaan sosial, dan kemampuan menjadi manusia yang utuh. “Kalau hanya mengejar kepintaran, teknologi akan berkembang sangat cepat. Yang membedakan manusia adalah hati, jiwa, karakter, dan kepedulian. Itulah inti pendidikan,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Fajar menjelaskan bahwa pembelajaran di SNT mengadopsi pembelajaran Mendalam (_Deep Learning_) yang mendorong peserta didik menjadi subjek pembelajaran melalui kebiasaan bertanya, berpikir kritis, dan aktif mengembangkan gagasan. Pendekatan tersebut diharapkan melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi lingkungan dan masyarakat.
Semangat itu terlihat dalam dialog Wamendikdasmen bersama para calon murid. Salah seorang calon siswi menyampaikan keinginannya menjadi psikolog sekaligus menyuarakan pentingnya ruang bagi aspirasi anak-anak daerah dalam proses pengambilan kebijakan. Sementara calon murid lainnya mengungkapkan cita-citanya menjadi arsitek setelah tertarik dengan pendekatan pembelajaran berbasis STEAMS yang diterapkan di SNT. Bagi Wamendikdasmen, keberanian para calon murid menyampaikan gagasan dan cita-cita menjadi gambaran tumbuhnya budaya belajar yang aktif dan kritis.
Sementara itu, Kepala BBPPMPV Pertanian Cianjur, Joko Ahmad Julifan, menyampaikan bahwa Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah penyelenggara SNT yang ditetapkan oleh Kemendikdasmen. Selama masa pendaftaran, tercatat sebanyak 128 calon peserta didik dari jenjang SMP dan SMA mengikuti proses seleksi. Setelah melalui Tes Bakat Skolastik, sebanyak 40 peserta didik SMP dan 40 peserta didik SMA dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap pendaftaran ulang.
Ia menjelaskan, hingga saat ini, sebanyak 39 calon murid SMA dan 36 calon murid SMP telah melakukan daftar ulang, sementara calon murid lainnya masih melengkapi tahapan administrasi. Seluruh peserta didik yang diterima akan dijadwalkan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 10 Agustus 2026. Ia berharap seluruh rangkaian persiapan penyelenggaraan SNT di Kabupaten Cianjur dapat berjalan lancar berkat dukungan Kemendikdasmen, Pemerintah Kabupaten Cianjur, BBPMP Jawa Barat, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, serta seluruh pihak yang terlibat.
Selain itu, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Cianjur sebagai salah satu penyelenggara SNT. Menurutnya, kehadiran SNT menjadi peluang bagi putra-putri Cianjur untuk memperoleh layanan pendidikan yang semakin berkualitas sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan pada tingkat nasional maupun global.
Karena itu, ia mengajak para calon murid memanfaatkan kesempatan belajar di SNT dengan sebaik-baiknya agar mampu mengembangkan potensi, meraih cita-cita, serta tumbuh menjadi generasi yang berprestasi dan memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa.(ZID)






