FACEINDONESIA.CO.ID-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik (PKA) melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Tahun ini, sebanyak 150.000 guru mendapat kesempatan menuntaskan pendidikan S1 atau D4.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12.500 penerima manfaat. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik guru yang belum memenuhi jenjang pendidikan minimal S1 atau D4 sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Program PKA ditujukan bagi guru untuk memenuhi kualifikasi pendidikan S1 atau D4. Melalui mekanisme RPL, capaian pembelajaran yang telah dimiliki guru dapat diakui dan dipertimbangkan dalam proses pendidikan sesuai ketentuan perguruan tinggi.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan, PKA tidak boleh hanya menjadi sarana memperoleh ijazah atau memenuhi persyaratan formal. Program tersebut harus memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas dan kompetensi guru.
Hal itu disampaikan Fajar saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Jawa Barat, Senin (21/9). Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi UMB yang menjadi mitra Kemendikdasmen dalam pelaksanaan PKA melalui RPL.
“Harapan kita kan ini bukan hanya formalitas mengikuti PKA dan dapat setara S1, tetapi juga harus berdampak terhadap kualitas dan kompetensi para guru kita,” ujar Fajar.
Menurutnya, masih terdapat ratusan ribu guru yang belum menyelesaikan pendidikan S1 atau D4 karena berbagai keterbatasan. Karena itu, percepatan pendidikan guru melalui PKA dengan mekanisme RPL menjadi salah satu program prioritas Kemendikdasmen.
“Karena itu salah satu program prioritas kami di Kemendikdasmen adalah mempercepat para guru-guru kita untuk segera mendapatkan pendidikan S1 atau D4 dalam bentuk program PKA melalui RPL,” tuturnya.
Fajar menegaskan, penguatan kompetensi guru melalui PKA penting untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia. Guru, kata dia, merupakan aktor utama dalam proses pembelajaran sehingga peningkatan kompetensi mereka turut menentukan kualitas pembelajaran di sekolah.
Ia juga mengajak para mahasiswa dan guru peserta PKA melalui RPL untuk terus membangun semangat belajar tanpa menjadikan usia sebagai hambatan.
“Usia bukan hambatan untuk mencari ilmu,” katanya.
Kemendikdasmen berharap kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk UMB, dapat membantu guru memperoleh kualifikasi akademik sekaligus memperkuat kompetensi. Dengan demikian, guru dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih hidup dan berorientasi pada kebutuhan murid.(ZID)






