UIN Siber Cirebon Bekali Madrasah Percontohan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) memberikan Pembekalan untuk madrasah yang menjadi percontohan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Pembekalan berlangsung dua hari, 26 – 27 Januari 2026, di Gedung Siber SBSN lantai 8.

Kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut atas penunjukan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai mitra Program INOVASI dalam uji coba (piloting) implementasi Kurikulum Berbasis Cinta oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Bacaan Lainnya

Pembekalan diikuti para kepala madrasah dan perwakilan guru dari delapan madrasah piloting, terdiri atas empat madrasah di Kota Cirebon dan empat madrasah di Kabupaten Cirebon, yakni MIN 5 Cirebon, MIS Assunniyah 2, MIS Bit’tsanul Islamiyah, MIN 7 Cirebon, MIN 6 Cirebon, MIS Wathaniyah, MIS Nasyrul Ulum, dan MIS Miftahul Ulum.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Aan Jaelani, menegaskan bahwa cinta harus menjadi jiwa, cara pandang, dan cara kerja guru dalam mendidik, bukan sekadar jargon atau materi tambahan dalam kurikulum. “Pendidikan yang kehilangan cinta akan kehilangan ruhnya. Guru bukan hanya pengajar, tetapi pendidik manusia seutuhnya,” tegas Prof. Aan di Cirebon, Senin (26/1/2026).

Menurut Prof. Aan, KBC merupakan pendekatan pendidikan humanis untuk menanamkan nilai cinta, empati, toleransi, dan kasih sayang dalam seluruh proses pembelajaran di madrasah. Pendidikan berbasis cinta lahir dari praktik keseharian, keteladanan, serta relasi yang manusiawi antara guru dan peserta didik.

“Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar dokumen akademik, tetapi cara pandang baru dalam mendidik. Pendidikan harus dimulai dari cinta, dijalankan dengan cinta, dan menghasilkan pribadi yang penuh cinta,” ujarnya.

 

Fondasi Panca Cinta

Prof. Aan memaparkan bahwa KBC bertumpu pada lima nilai utama yang dikenal sebagai Panca Cinta, yaitu: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta terhadap ilmu pengetahuan, cinta terhadap lingkungan, cinta kepada diri sendiri dan sesama, serta cinta kepada tanah air. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi ruh dalam pembelajaran, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi afektif dan spiritual.

Menurutnya, penerapan KBC juga bertujuan strategis untuk mencegah perundungan (bullying) dan memperkuat relasi guru dan murid yang lebih bermakna. Guru diharapkan hadir sebagai figur teladan yang menanamkan nilai melalui sikap, perilaku, dan keteladanan sehari-hari. KBC diterapkan di seluruh jenjang madrasah—MIN, MTs, hingga MAN—dengan pendekatan deep learning yang dilandasi keikhlasan dan kesadaran nilai.

Pembekalan ini menghadirkan fasilitator dari Program INOVASI, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta Kementerian Agama Kabupaten Cirebon. Dari UIN SSC, fasilitator yang terlibat antara lain Asep Mulyana, Atikah Syamsi, Budi Manfaat, dan Ardian Maulana, sementara dari Kemenag Kabupaten Cirebon diwakili oleh Jihan dan Barnawi.

Melalui kemitraan strategis dengan Program INOVASI, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk melakukan pendampingan berkelanjutan terhadap madrasah piloting serta berkontribusi dalam pengembangan model pendidikan Islam yang lebih manusiawi, berkeadaban, dan berakar pada nilai-nilai keislaman. Pembekalan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan praktik baik yang dapat direplikasi secara lebih luas di Indonesia. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *