Amartha Prosper Dorong Investasi Produktif untuk UMKM Perempuan

Dok.Amartha

FACEINDONESIA.CO.ID – Minat masyarakat terhadap investasi kini semakin berkembang. Selain mengejar potensi keuntungan, investor juga mulai memperhatikan transparansi pengelolaan dana serta dampaknya bagi perekonomian, khususnya sektor riil.
Certified Financial Planner (CFP) Lolita Setyawati mengatakan, tren tersebut terlihat dari meningkatnya ketertarikan masyarakat pada instrumen investasi yang terhubung langsung dengan pembiayaan usaha produktif.

“Investor saat ini tidak hanya mengejar imbal hasil, tetapi juga ingin mengetahui ke mana dana mereka disalurkan dan manfaat yang dihasilkan,” ujar Lolita, Sabtu (18/7).

Bacaan Lainnya

Agar investasi memberikan hasil optimal, Lolita membagikan lima tips penting. Pertama, pastikan kondisi keuangan sehat dengan memiliki arus kas yang baik, cicilan terkendali, dan dana darurat yang memadai. Investasi juga sebaiknya menggunakan “uang dingin”, bukan dana pinjaman.
Kedua, tentukan tujuan investasi dan kenali profil risiko.

Menurutnya, setiap orang memiliki target finansial berbeda, sehingga pemilihan instrumen harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan menanggung risiko.

Ketiga, pilih produk investasi yang legal dan diawasi otoritas. Investor perlu memahami bagaimana dana dikelola serta sumber potensi keuntungan yang ditawarkan.

Keempat, mulailah dari nominal kecil namun dilakukan secara konsisten. Dengan perkembangan teknologi, investasi kini semakin mudah diakses sehingga masyarakat dapat membangun aset sejak dini.

Kelima, pertimbangkan nilai tambah investasi. Selain memperoleh potensi imbal hasil, investor juga bisa memilih instrumen yang memberikan dampak positif bagi perekonomian, termasuk mendukung pembiayaan UMKM.

Melihat tren tersebut, Amartha menghadirkan Amartha Prosper, platform investasi yang menghubungkan dana investor dengan pembiayaan produktif bagi UMKM perempuan di lebih dari 50 ribu desa di Indonesia.

Chief Funding Officer Amartha Julie Fauzie mengatakan, di tengah dinamika pasar, masyarakat perlu lebih selektif dalam memilih instrumen investasi.

“Melalui Amartha Prosper, investor tidak hanya berpeluang memperoleh imbal hasil, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif melalui pembiayaan UMKM perempuan,” ujarnya.

Selama lebih dari 16 tahun, Amartha telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp47 triliun kepada lebih dari 4 juta UMKM perempuan di berbagai wilayah Indonesia.

Pada 2025, UMKM binaan Amartha juga berkontribusi menciptakan sekitar 90 ribu lapangan kerja baru, dengan sekitar 86 persen di antaranya diisi oleh perempuan.

Julie menegaskan, semakin besar pembiayaan yang mengalir ke UMKM, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat melalui terciptanya lapangan kerja dan meningkatnya kesejahteraan di daerah.(BRA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *