SHOW Token Listing di Mobee, Bangun Ekosistem Blockchain untuk Industri Film

Dok.Mobee

FACEINDONESIA.CO.ID – SHOW Token resmi memperluas ekspansi ke pasar Indonesia melalui pencatatan (listing) token utilitasnya di bursa kripto Mobee.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap ekosistem hiburan berbasis teknologi blockchain sekaligus membuka peluang partisipasi di sektor aset digital.

Sebelumnya, SHOW Token telah diperdagangkan di sejumlah bursa kripto internasional seperti Toobit dan Bitconomy. Ekspansi ke Indonesia juga menjadi pijakan untuk meningkatkan likuiditas dan memperluas pencatatan di platform global lainnya.

SHOW Token dikembangkan menggunakan jaringan Ethereum ERC-20 yang dikenal mendukung keamanan tinggi dan teknologi smart contract. Perusahaan menetapkan total pasokan sebanyak 100 juta token guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekosistem.

Untuk memperkuat pengembangan di Asia Tenggara, SHOW Token menyiapkan investasi senilai 100 juta dolar AS yang difokuskan pada penguatan ekonomi kreatif, terutama industri hiburan di Indonesia.

Chief Operating Officer (COO) SHOW Token Joshua Khubani mengatakan, pencatatan di Mobee diharapkan mempermudah akses investor dan komunitas Indonesia untuk terlibat dalam ekosistem yang dibangun perusahaan.

Sebagai realisasi investasi tersebut, SHOW Token telah menjalin kerja sama dengan rumah produksi nasional, termasuk MVP dan A&Z Films. Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan sistem pendanaan film berbasis Web3 yang mengedepankan transparansi dan efisiensi.

Perusahaan menargetkan keterlibatan dalam lebih dari 20 proyek film. Tahap awal dimulai melalui empat judul, yakni Cerita Lila, Sihir Tanah Kubur, Pemikat Jiwa, dan Munafik.

Melalui pemanfaatan smart contract, proses distribusi dana, pengelolaan anggaran, hingga pembagian royalti dapat dilakukan secara otomatis dan lebih transparan.

Ke depan, SHOW Token tidak hanya berfokus pada pembiayaan film, tetapi juga membangun komunitas yang memungkinkan penggemar ikut terlibat sejak tahap produksi hingga promosi karya, sekaligus mendorong pertumbuhan industri perfilman Indonesia di era digital.(BRA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *