PNM-OJK Perkuat Literasi UMKM Perempuan Aceh

FACEINDONESIA.CO.ID- Akses modal bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberlangsungan usaha ultra mikro. Kemampuan mengelola keuangan, memahami risiko, mengurus legalitas, hingga membaca peluang pasar juga menjadi bekal penting agar usaha dapat bertahan dan berkembang.

Hal tersebut menjadi fokus sinergi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendampingi perempuan pengusaha ultra mikro di Aceh.

Bacaan Lainnya

Pembiayaan diberikan bersamaan dengan penguatan literasi, sehingga nasabah tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga pengetahuan untuk mengelola dan mengembangkan usaha.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary mengatakan, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam perjalanan nasabah menuju usaha yang lebih mandiri.

“Pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan yang tepat. Termasuk literasi keuangan syariah yang sangat relevan dengan Aceh,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).

Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 268.231 nasabah PNM Mekaar di Aceh telah mendapatkan manfaat pembiayaan dan pendampingan. Mereka tergabung dalam 19.628 kelompok dan didampingi 1.300 pendamping Mekaar yang tersebar di 77 unit di seluruh Aceh.

Pendampingan juga diarahkan untuk membantu usaha nasabah masuk ke ekosistem usaha formal. Sebanyak 56.714 nasabah telah dibantu memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), sementara sejumlah nasabah juga telah memiliki sertifikat halal.

Selain itu, PNM memberikan beasiswa kepada 104 anak nasabah sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga.

Salah satu contoh keberhasilan pendampingan terlihat dari perjalanan Nur Asma, pemilik usaha Keripik Pisang Kak Nur. Sebagai single parent yang membesarkan tiga anak, Nur Asma mulai merintis usahanya pada 2016.

Setelah bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar Syariah pada 2024, usahanya terus berkembang hingga kini berada pada grade A dengan plafon pembiayaan Rp6 juta. Usahanya juga telah memiliki NIB dan sertifikat halal melalui pendampingan PNM.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menilai, pelaku UMKM perlu terus meningkatkan pola pikir dan kemampuan dalam mengelola usaha.

Menurutnya, usaha yang dimulai dari rumah tetap membutuhkan perencanaan, pemahaman pasar, serta pengelolaan keuangan yang baik.

“Jangan merasa berkecil hati jika usaha mulai dari dapur rumah tangga. Kita jual produk kita sendiri, kita harus percaya, dan harus cerdas mengelola keuangan, mulai dari menentukan target pasarnya,” ujarnya.

Illiza juga mengingatkan bahwa produk yang viral harus diimbangi dengan manajemen usaha yang baik agar pertumbuhannya dapat berkelanjutan.

“Produk yang viral tanpa manajemen yang baik hanya akan bertahan sesaat. Percuma viral kalau tidak dikelola dengan baik,” katanya.

Di Aceh, potensi pengembangan UMKM masih terbuka luas. Lebih dari 4.400 unit usaha di Banda Aceh bergerak di berbagai sektor, mulai dari pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, kuliner, jasa, perdagangan hingga industri pengolahan.

Sinergi PNM dan OJK pun tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat literasi dan pendampingan agar pelaku UMKM mampu mengelola keuangan, memenuhi legalitas usaha, serta membaca peluang pasar.

Bagi nasabah PNM Mekaar di Aceh, perpaduan pembiayaan, literasi dan pendampingan menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha dan naik kelas.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *