FACEINDONESIA.CO.ID – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung genap berusia 20 tahun. FST lahir tidak terlepas dari transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 2005.
Setahun setelah bertransformasi, FST berdiri dengan empat program studi, 230 mahasiswa, dan 19 dosen. Dua dekade kemudian, FST berkembang menjadi sembilan program studi, yakni: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Teknik Informatika, Agroteknologi, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, dan Program Magister Informatika, dengan sekitar 3.800 mahasiswa yang didukung 109 dosen.
Dekan FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Hasniah Aliah, menjelaskan, perkembangan tersebut merupakan hasil estafet kepemimpinan seluruh dekan beserta dedikasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni yang bersama-sama membangun FST menjadi fakultas yang unggul.
Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, FST berhasil meraih 548 prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional. Sebanyak enam dari tujuh program studi awal juga telah memperoleh akreditasi Unggul sebagai bukti komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. Di bidang riset dan inovasi, FST menghasilkan 289 publikasi internasional dan 23 paten dari total 25 paten yang dimiliki UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
“Kontribusi tersebut mengantarkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi PTKIN dengan jumlah paten terbanyak di Indonesia,” paparnya saat Reuni Akbar 20 Tahun FST UIN Bandung di Gedung Anwar Musaddad, Bandung, Sabtu (4/7/2026).
Mengenai penguatan akademik, FST terus bertransformasi melalui pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). “Sejak 2021 FST menjadi pilot project pembangunan Zona Integritas dan dalam tiga tahun terakhir menjadi satu-satunya fakultas di lingkungan PTKIN yang berhasil mencapai tahap penilaian nasional Kementerian PANRB,” ujarnya.
Reuni Akbar 20 Tahun FST
Pada usia 20 tahun, FST UIN Bandung menggelar reuni akbar dengan Mengusung tema “Menghimpun yang Terserak, Membangun Kolaborasi Berdampak”. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-20 FST ini mempertemukan ratusan alumni lintas angkatan. Acara ini bertujuan mempererat silaturahmi, memperkuat jejaring, kolaborasi, dan kontribusi alumni bagi kemajuan almamater.
Hadir, Sekretaris Pengurus Pusat Ikatan Alumni (PP IKA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Iwan Setiawan mewakili Ketua Umum PP IKA Cucu Sutara. Hadir juga, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Hasniah Aliah, para wakil dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan, dosen, pengurus IKA jurusan, organisasi kemahasiswaan, serta alumni dari berbagai daerah.
Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Dian Nuraiman, mengapresiasi seluruh alumni yang telah memenuhi undangan dan kembali ke kampus. “Reuni Akbar bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-20 FST sekaligus momentum menghimpun kembali potensi alumni untuk berkontribusi bagi almamater,” jelasnya.
Sebagai alumni angkatan pertama Jurusan Matematika tahun 2006, Dian mengenang perjalanan awal FST yang penuh keterbatasan. “Saat itu fakultas belum memiliki gedung sendiri sehingga aktivitas perkuliahan berlangsung berpindah-pindah, mulai dari ruang kuliah di Gedung Al-Jami’ah lantai enam yang disekat, memanfaatkan ruang fakultas lain, hingga Masjid Ikomah,” kenangnya.
Perkuliahan pernah berlangsung di Aula Al-Jawami, Kampus Al-Jawami, dan Gedung Pascasarjana sebelum akhirnya menempati gedung Fakultas Sains dan Teknologi saat ini. Menurutnya, keterbatasan dosen dan fasilitas pada masa-masa awal tidak pernah menyurutkan semangat mahasiswa untuk belajar.
“Justru pengalaman itu menjadi bagian dari sejarah yang membentuk karakter dan kekompakan alumni FST hingga sekarang,” jelasnya.
Dian melaporkan bahwa selama 20 tahun FST telah meluluskan 4.822 alumni, terdiri atas 1.365 alumni Teknik Informatika, 765 Biologi, 611 Kimia, 593 Matematika, 592 Agroteknologi, 553 Teknik Elektro, dan 399 Fisika. Kini FST memiliki Program Studi Teknik Lingkungan dan Program Magister Informatika yang akan memperkuat pengembangan akademik di masa mendatang.
“Antusiasme alumni pada Reuni Akbar sangat tinggi. Sebanyak 585 alumni mendaftarkan diri, dan bersama pasangan jumlah peserta mencapai sekitar 783 orang. Alumni yang hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri,” bebernya.
Mengenai tema “Menghimpun yang Terserak, Membangun Kolaborasi Berdampak”, Dian menjelaskan bahwa IKA FST berkomitmen menjadi organisasi alumni yang kolaboratif, inovatif, dan berdampak. IKA FST menghimpun alumni lintas jurusan untuk memperkuat jejaring profesional, memperluas peluang karier, dan mempertemukan potensi alumni dengan kebutuhan almamater.
Visi itu diwujudkan melalui penguatan jejaring alumni lintas angkatan dan jurusan sebagai ruang berbagi informasi, peluang, pengalaman, dan dukungan.
IKA FST mendorong kontribusi alumni dalam pengembangan fakultas, universitas, dan masyarakat, menghadirkan program peningkatan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, serta menjadi penghubung strategis antara alumni, mahasiswa, dunia usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Mari kita bangun ikatan alumni yang transformatif dan kolaboratif sebagai jembatan inovasi demi masa depan bangsa,” tegasnya.
Dian menyampaikan apresiasi kepada Steering Committee, Organizing Committee, seluruh panitia, pimpinan fakultas, para sponsor dari kalangan alumni, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Reuni Akbar.
“Peluncuran Portal Alumni FST, sebuah basis data terpadu yang akan menghimpun informasi alumni, mulai dari riwayat pendidikan, profesi, hingga bidang usaha. Portal ini diharapkan menjadi media untuk memperkuat komunikasi, memperluas jejaring profesional, membuka peluang kolaborasi, serta mendukung berbagai program pengembangan alumni dan fakultas,” tuturnya.(DEN)






