Jangan Hanya Sibuk Perkuliahan, PTKIN Harus Mampu Menjawab Persoalan Umat

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tidak hanya dituntut aktif pada persoalan penelitian dan kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Lebih dari itu, PTKIN juga harus lebih responsif terhadap persoalan riil di masyarakat sebagai bentuk pengejawantahan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, saat memberikan pembinaan kepada tenaga pendidik dan kependidikan sekaligus meresmikan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) di Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Sabtu (4/7/2026).

“PTKIN harus bisa menjadi penghasil ulama dan cendekiawan yang paham dengan realita sosial. Pengabdian masyarakat harus ditingkatkan secara nyata. Kampus harus hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan pemerintah daerah, dan memberikan solusi konkret atas persoalan yang ada,” ujar Prof. Kamaruddin di Ruang Rapat Gedung KH. Hasyim Asy’ari.

Pernyataan Sekjen Kemenag ini menjadi peringatan bagi dunia pendidikan tinggi keagamaan untuk mengoreksi relevansi kurikulum dan bentuk pengabdian masyarakat yang selama ini dijalankan.

Merespons tantangan tersebut, UIN Salatiga mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan lingkungan melalui langkah strategis, salah satunya dengan meresmikan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) baru. Fakultas ini didesain khusus untuk mendukung visi Green Wasathiyah Campus, sebuah konsep integrasi ilmu pengetahuan yang ramah lingkungan dan moderat.

Rektor UIN Salatiga, Zakiyuddin Baidhawy, menyatakan bahwa pembukaan fakultas baru ini merupakan pembuktian kesiapan kampus dalam menjawab kebutuhan tata kelola yang berdampak langsung pada masyarakat dan kemanusiaan.

“Kami memahami bahwa kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui konsistensi tata kelola yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Melalui momentum peresmian Fakultas Saintek ini, kami ingin membuktikan bahwa UIN Salatiga siap melahirkan lulusan cerdas yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kemanusiaan,” kata Rektor.

Optimisme pengembangan riset sains dan teknologi yang membumi ini didasarkan pada rekam jejak akademik UIN Salatiga di kancah internasional. Kampus ini tercatat memiliki reputasi kuat dalam publikasi ilmiah.

Prof. Zakiyuddin menambahkan bahwa budaya mutu di UIN Salatiga telah mengakar kuat. Hal itu terbukti dari capaian internasional jurnal IJIMS yang bertahan di peringkat Q1 Scimago selama delapan tahun dan jurnal IJTIHAD sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Melalui modal reputasi global tersebut, Fakultas Saintek diharapkan dapat menjamin bahwa inovasi sains yang lahir dari kampus ini nantinya benar-benar aplikatif dan memberikan layanan prima yang berdampak luas bagi masyarakat luas.(DEN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *