FACEINDONESIA.CO.ID- PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program Green Impact. Kali ini, PNM menanam sebanyak 5.850 bibit pohon endemik di tujuh wilayah Indonesia sebagai upaya penghijauan, pelestarian vegetasi lokal, dan pemulihan ekosistem.
Program yang dijalankan melalui PNM Peduli tersebut mencakup wilayah Malang, Semarang, Banyuwangi, Magelang, Banjarnegara, Aceh, dan Subang. Pelaksanaannya melibatkan komunitas lokal, pengelola kawasan, pemerintah desa, serta instansi terkait.
Sejumlah jenis tanaman yang ditanam antara lain pinus, cemara, edelweis, anggrek gunung, saninten, puspa, picis atau brasan, dan beringin. Pemilihan pohon endemik ini bertujuan menjaga keanekaragaman vegetasi sekaligus mendukung keseimbangan ekosistem di setiap kawasan.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, keberhasilan program penghijauan tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan tanaman untuk tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat.
“Penghijauan baru berhasil bila tanaman tumbuh dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena itu, kami memilih jenis tanaman endemik untuk menjaga keberagaman vegetasi lokal, bekerja bersama komunitas, pengelola kawasan, dan pemerintah desa, serta melakukan monitoring secara berkala,” ujar Kindaris.
Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari rangkaian Green Impact 7 Summit Attack PNM 2026. Dalam kegiatan ini, Insan PNM mendaki sejumlah puncak tertinggi di Indonesia sekaligus melakukan penanaman bibit pohon di lereng gunung yang menjadi lokasi pendakian.
Salah satu kegiatan dilaksanakan di lereng Gunung Raung, Banyuwangi, Jawa Timur, tepatnya di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru. Di kawasan tersebut, PNM menanam 1.000 bibit pohon yang terdiri dari 500 cemara, 200 durian, dan 300 alpukat.
Penanaman ini diharapkan dapat menjaga sumber air alami, memperkuat fungsi kawasan resapan air, serta mempertahankan keseimbangan ekosistem dan habitat flora maupun fauna. Selain itu, pohon durian dan alpukat berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar apabila dikelola secara berkelanjutan.
Sementara di Banjarnegara, PNM menyalurkan 500 bibit pohon endemik untuk ditanam di kawasan Gunung Prau. Kegiatan tersebut ditandai dengan seremoni penanaman di Basecamp Dwarawati, Desa Dieng Kulon, pada Kamis (22/10).
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, menyampaikan bahwa penanaman pohon memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air tanah, mencegah erosi, menyerap emisi karbon, serta menghasilkan oksigen.
Menurutnya, manfaat penanaman pohon membutuhkan waktu untuk terlihat. Oleh karena itu, perawatan dan pemantauan secara berkelanjutan sangat diperlukan agar bibit yang ditanam dapat tumbuh optimal.
PNM juga memastikan keberlanjutan program melalui pemantauan setiap enam bulan sekali di seluruh lokasi penanaman. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan perkembangan tanaman, evaluasi kondisi lapangan, serta memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Melalui Green Impact, PNM berharap penghijauan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat dan komunitas lokal.
Selain mendukung pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, program ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran serta partisipasi nasabah PNM dalam menjaga alam demi keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.(SAN)






