FACEINDONESIA.CO.ID- Membeli token listrik PLN kini semakin mudah. Pelanggan listrik prabayar tidak perlu lagi keluar rumah untuk mendapatkan token, karena transaksi bisa dilakukan secara online melalui ponsel.
Selain menggunakan aplikasi resmi PLN Mobile, pembelian token listrik juga tersedia melalui berbagai platform digital, salah satunya VCGamers. Platform yang dikenal sebagai tempat top up game tersebut menyediakan layanan pembelian token listrik dan pulsa dengan beragam pilihan pembayaran.
Persiapan Sebelum Membeli Token Listrik
Sebelum melakukan transaksi, pelanggan perlu menyiapkan nomor meter atau ID pelanggan PLN. Nomor tersebut umumnya terdiri dari 11 hingga 12 digit dan dapat ditemukan pada meteran listrik, dekat barcode, maupun struk pembelian sebelumnya.
Pelanggan juga disarankan memeriksa sisa pemakaian listrik dalam satuan kilowatt hour (kWh) agar dapat menentukan nominal token yang dibutuhkan.
Cara Beli Token Listrik Online di VCGamers
Berikut langkah pembelian token listrik melalui VCGamers:
1. Buka situs VCGamers dan masuk ke akun.
2. Cari produk Token PLN.
3. Pilih nominal token yang diinginkan.
4. Tentukan metode pembayaran.
5. Masukkan nomor meter atau ID pelanggan.
6. Periksa kembali data, kemudian klik Bayar.
7. Selesaikan pembayaran dan periksa email untuk mendapatkan kode token.
Kode token biasanya dikirim dalam hitungan detik setelah pembayaran berhasil, dengan waktu maksimal sekitar 10 menit sesuai informasi layanan tersebut.
Pilihan pembayaran yang tersedia antara lain QRIS, GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, LinkAja, virtual account, kartu kredit, hingga pembayaran tunai melalui gerai Alfamart, Indomaret, dan BRILink.
Pelanggan perlu memastikan nomor meter atau ID pelanggan sudah benar sebelum membayar karena token yang telah diterima tidak dapat dikembalikan.
Cara Memasukkan Token Listrik ke Meteran
Token listrik terdiri dari 20 digit angka yang harus dimasukkan langsung melalui tombol meteran prabayar.
Caranya, ketik seluruh angka token secara berurutan, periksa kembali angka pada layar, kemudian tekan tombol Enter. Jika berhasil, layar meteran akan menampilkan tulisan “Benar” atau “Accept” dan jumlah kWh akan bertambah.
Apabila muncul tulisan “Salah” atau “Reject”, periksa kembali angka yang dimasukkan. Jika token tetap ditolak meskipun nomor sudah benar, pelanggan dapat menghubungi PLN melalui layanan 123 atau aplikasi PLN Mobile.
Token Listrik Rp100 Ribu Dapat Berapa kWh?
Pembelian token listrik senilai Rp100 ribu dapat menghasilkan sekitar 67 kWh untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, berdasarkan asumsi Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 3 persen seperti di DKI Jakarta.
Jumlah kWh yang diterima dapat berbeda karena dipengaruhi tarif listrik dan besaran PPJ di masing-masing daerah. Biaya administrasi dari bank atau platform pembelian juga perlu diperhitungkan.
Hindari Pembelian Token pada Jam Cut Off
Pelanggan disarankan menghindari transaksi pembelian token listrik pada pukul 23.00 hingga 01.00 WIB. Pada rentang waktu tersebut, sistem mengalami proses cut off sehingga transaksi berpotensi tertunda atau gagal.
Jika meteran mulai berbunyi menjelang tengah malam, sebaiknya segera melakukan pembelian sebelum pukul 23.00 WIB agar tidak terkendala proses transaksi.
Pertanyaan Seputar Pembelian Token Listrik
Token listrik pada dasarnya tidak memiliki masa kedaluwarsa. Namun, token lama dapat mengalami kendala apabila pelanggan melakukan tambah daya atau penggantian meteran. Selain itu, pelanggan perlu memperhatikan jumlah token yang dibeli tetapi belum dimasukkan ke meteran.
Jika token belum diterima setelah pembayaran, periksa riwayat transaksi dan bukti pembayaran. Apabila lebih dari 10 menit belum diterima di luar jam cut off, pelanggan dapat menghubungi layanan pelanggan platform tempat melakukan pembelian.
Pembelian token listrik juga dapat dilakukan menggunakan dompet digital maupun QRIS. Dengan demikian, pelanggan memiliki banyak pilihan pembayaran sesuai kebutuhan.
Kemudahan layanan digital ini membuat pembelian token listrik semakin praktis. Pelanggan cukup menyimpan nomor ID PLN di ponsel agar proses transaksi berikutnya lebih cepat tanpa harus memeriksa nomor meteran secara langsung.(SAN)






