FACEINDONESIA.CO.ID- Shopee bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) membekali 200 santri dari 22 pondok pesantren se-Solo Raya dengan keterampilan digital melalui pelatihan Santri Matic (Santri Melek Teknologi). Kegiatan yang menjadi bagian dari program Generasi Melek Teknologi (GenMatic) tersebut digelar di Pondok Pesantren Al-Muayyad, Surakarta.
Pelatihan ini bertujuan memperluas wawasan santri mengenai peluang ekonomi digital, termasuk pemanfaatan platform e-commerce untuk mengembangkan kreativitas dan merintis usaha secara mandiri.
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, mengatakan kolaborasi dengan Kemenekraf merupakan bagian dari komitmen Shopee dalam memperluas literasi digital. Program tersebut sebelumnya telah menjangkau masyarakat melalui pelatihan Emak-Emak Matic dan GenMatic sejak 2025.
Menurut Balques, keterampilan digital menjadi bekal penting bagi santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memanfaatkan ekosistem ekonomi digital secara produktif.
Sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, pihaknya berharap santri tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi melalui teknologi.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi Shopee sebagai mitra strategis dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif di lingkungan pesantren.
Ia menilai platform digital memiliki potensi besar, bukan hanya sebagai sarana dakwah, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Riefky, santri memiliki peluang menjadi kreator konten dan affiliator untuk memasarkan berbagai produk kreatif pesantren, mulai dari fesyen, kuliner, modest fashion hingga produk hasil kreativitas lainnya.
Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, juga menyambut positif program tersebut. Ia menegaskan pentingnya membekali santri dengan pengetahuan ekonomi kreatif dan kemampuan membangun model bisnis sendiri.
Ia berharap santri tidak hanya menjadi reseller, tetapi mampu menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar.
Pelatihan GenMatic didampingi trainer Kampus UMKM Shopee Kelas Online yang telah bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Materinya mencakup keterampilan dasar digital, cara memulai usaha di Shopee, menjadi merchant ShopeeFood, hingga bergabung dengan Shopee Affiliate Program.
Program ini sebelumnya telah menjangkau ribuan peserta di 14 kota dan kabupaten di Indonesia.
Kisah Sukses Kreator dan Pelaku UMKM
Dalam kegiatan tersebut, kreator Shopee Affiliate asal Semarang, Salmah Haddad, turut berbagi pengalaman membangun karier melalui ekosistem digital Shopee.
Salmah mengungkapkan, konsistensi dalam berkarya membuka peluang baginya untuk memperoleh penghasilan sekaligus menjalankan peran sebagai Creator Mentor Shopee.
Sementara itu, Rohanita Retno Nugraheni, pemilik toko Assamodest asal Karanganyar, menceritakan keberhasilannya mengembangkan bisnis pakaian muslim melalui Shopee. Dengan memanfaatkan berbagai fitur dan program yang tersedia, usahanya berhasil mencatat pertumbuhan hingga 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu peserta pelatihan, Desi Fitria, mengaku antusias memperoleh pengetahuan baru mengenai bisnis dan keterampilan digital. Ia berharap ilmu tersebut dapat diterapkan untuk membangun usaha sendiri.
Ke depan, Shopee melalui Shopee Barokah berkomitmen memperluas dukungan terhadap UMKM, santri, dan pondok pesantren. Pada November 2026, Shopee juga berencana bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat menggelar pelatihan Shopee Affiliate bagi ratusan santri di Jawa Timur.
Melalui berbagai program tersebut, santri diharapkan semakin kreatif, mandiri, dan mampu mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi kreatif serta ekonomi digital Indonesia.(SAN)






