FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan. Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan murid.
Momentum Bulan Guru Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi inspirasi dan teladan bagi peserta didik. Guru dituntut terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa guru merupakan kunci utama dalam membangun sumber daya manusia unggul. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat kompetensi sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program peningkatan kompetensi yang diselenggarakan Kemendikdasmen, mulai dari penguatan metode pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital hingga perhatian terhadap kesejahteraan psikologis guru.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, mengatakan pelatihan guru harus memberikan dampak nyata terhadap proses belajar mengajar di sekolah.
Menurutnya, Kemendikdasmen berupaya menghadirkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan guru sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pendidik maupun murid.
“Kami mendengar harapan guru-guru yang ingin terus mengembangkan diri. Komitmen kami adalah menghadirkan pelatihan yang bermakna, yang dampaknya benar-benar dirasakan guru dan murid di ruang kelas,” ujar Nunuk.
Salah satu manfaat pelatihan tersebut dirasakan Wahyu Setiawan, guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP Negeri 216 Jakarta. Setelah mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Digitalisasi Pembelajaran, Wahyu semakin terdorong memanfaatkan teknologi untuk menciptakan kegiatan belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Ia mulai menggabungkan pendekatan Pembelajaran Mendalam dengan platform Ruang Murid pada Rumah Pendidikan. Hasilnya, murid menunjukkan antusiasme lebih tinggi dalam mengikuti pelajaran.
Pengalaman serupa dirasakan Mustika Nurdiati, guru IPA SMPIT Al-Khoiriyah Al-Husna, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Melalui Program Prioritas Kesejahteraan Psikologis Guru, ia semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan psikologis diri sendiri sekaligus memperhatikan kondisi emosional murid.
Salah satu materi yang diterapkan adalah reframing, yakni mengubah cara pandang terhadap pengalaman negatif menjadi lebih positif. Mustika menerapkannya dengan mengajak murid memahami bahwa kesulitan bukan berarti tidak mampu, melainkan belum berhasil.
Pendekatan tersebut membuat murid lebih berani menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah.
Sementara itu, Yuanita Widyaningrum, guru SLB Negeri Pahlawan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mendapatkan pengalaman baru melalui pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA) berbasis Kelompok Kerja Guru (KKG).
Materi tentang pola pikir bertumbuh mendorong Yuanita mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai bagi murid berkebutuhan khusus. Salah satunya melalui kegiatan BERKARYA, yang mengajak murid kelas II SDLB berkreasi dan menghasilkan karya sederhana.
Ia juga memanfaatkan Papan Interaktif Digital untuk meningkatkan keterlibatan murid dalam pembelajaran.
Menurut Yuanita, keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan murid, tetapi juga kreativitas guru dalam memilih strategi yang tepat.
Berbagai pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kompetensi guru dapat membawa perubahan nyata di ruang kelas. Pemanfaatan teknologi, perhatian terhadap kesejahteraan psikologis, serta penerapan pola pikir bertumbuh menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas.
Melalui berbagai program pengembangan kompetensi, Kemendikdasmen berharap semakin banyak guru memperoleh kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Dengan guru yang terus belajar dan bertumbuh, diharapkan peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, dan berkualitas. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.(ZID)






