PNM dan ABPEDNAS Perkuat Ekonomi Desa Lewat Literasi Keuangan

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) untuk memperkuat literasi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, 4 November 2026.

Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pembangunan dari desa dan dari bawah guna mewujudkan pemerataan ekonomi serta mengentaskan kemiskinan.

Bacaan Lainnya

Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen sekaligus Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, Prof. Dr. Reda Manthovani; Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang juga menjabat Dewan Pembina ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa; Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan; serta Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi dan jajaran pengurus ABPEDNAS.

Melalui kerja sama ini, PNM memperkuat sinergi dengan tiga asosiasi besar di Indonesia, yakni Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat Indonesia (ASLINMAS), ABPEDNAS, dan Srikandi Jaga Desa yang secara keseluruhan memiliki anggota sekitar 1,2 juta orang.

Program kolaborasi tersebut menempatkan literasi keuangan sebagai pintu masuk pemberdayaan masyarakat. Kegiatannya mencakup pemetaan potensi dan aspirasi desa, pendampingan kelompok usaha agar berkembang secara berkelanjutan, serta edukasi mengenai pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan hukum bagi masyarakat prasejahtera.

Reda Manthovani mengatakan, kolaborasi lintas lembaga sangat penting untuk memastikan agenda pembangunan desa dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Mari bersama-sama menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto khususnya Asta Cita keempat dan keenam, membangun dari desa, dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan, kerja sama tersebut sejalan dengan pendekatan pemberdayaan yang selama ini dijalankan PNM melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Menurutnya, pemberian pembiayaan harus diiringi peningkatan pengetahuan dan kapasitas nasabah agar mampu mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Melalui pertemuan kelompok mingguan kami juga menghadirkan pendampingan dan edukasi, termasuk literasi keuangan, agar perempuan prasejahtera mampu mengelola usahanya dengan lebih baik. Kami berharap semangat pemberdayaan ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan di desa,” ungkap Kindaris.

Kesamaan fokus dalam pemberdayaan perempuan menjadi salah satu kekuatan kerja sama PNM dan ABPEDNAS. Melalui program Mekaar, PNM selama ini mendampingi perempuan prasejahtera untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Di sisi lain, ABPEDNAS memiliki komunitas Srikandi Jaga Desa yang mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Sinergi kedua lembaga ini diharapkan dapat memperluas edukasi keuangan, memperkuat jejaring komunitas, serta mengoptimalkan potensi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, PNM dan ABPEDNAS berharap pemberdayaan ekonomi desa semakin kuat, sehingga masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *