PLN EPI Gandeng Greenery Korea Perkuat Pengembangan Bioenergi dan Rantai Pasok Biomassa

Dok. PLN

FACEINDONESIA.CO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmen dalam mendukung transisi energi nasional melalui kerja sama internasional di sektor bioenergi dan biomassa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan konsultan asal Korea Selatan, Greenery Inc., yang dilaksanakan di Jakarta.

Kerja sama ini bertujuan mendukung implementasi program cofiring Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), memperkuat rantai pasok biomassa berkelanjutan, serta mendorong pengembangan riset karbon rendah guna mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Bacaan Lainnya

Melalui Nota Kesepahaman tersebut, PLN EPI dan Greenery menyepakati kerangka kerja sama pengembangan biomassa yang mencakup riset teknis, peningkatan kualitas bahan bakar, penguatan pasokan berkelanjutan, serta eksplorasi peluang mekanisme karbon lintas negara.

Direktur Bioenergi PLN EPI, Hokkop Situngkir, menyampaikan bahwa biomassa memiliki peran strategis sebagai solusi transisi energi karena dapat diimplementasikan dengan memanfaatkan infrastruktur pembangkit eksisting.

“Bioenergi, khususnya biomassa, merupakan bagian penting dari strategi transisi energi nasional. Oleh karena itu, pasokan biomassa harus dikelola secara berkelanjutan, memiliki nilai tambah, serta didukung tata kelola yang kuat,” ujar Hokkop, Sabtu (3/1/2026).

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Greenery diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi serta pengembangan produk biomassa bernilai ekonomi. Residu pertanian dan produk antara dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga untuk mendukung sektor pangan dan industri bioenergi.

Dari sisi riset, Leader of Research Group for Industrial Sustainability & Product Optimization Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dudi Iskandar, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar hasil riset karbon rendah dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan.

“Kolaborasi antara PLN EPI, mitra internasional, dan lembaga riset menjadi kunci agar inovasi yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata dalam mendukung kebijakan pengurangan emisi,” ujarnya.

Dudi menjelaskan, ruang lingkup kerja sama riset meliputi pengembangan teknologi karbon rendah, kajian ekonomi karbon, serta sistem pengukuran emisi yang terukur untuk mendukung perumusan kebijakan pemerintah.

Sementara itu, Company Representative Greenery Inc., Seijin Kim, menyatakan bahwa proyek pengembangan bioenergi di Indonesia merupakan proyek pertama Greenery di Tanah Air, di tengah portofolio proyek serupa di berbagai negara.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi model kolaborasi pengembangan bioenergi dan transisi energi. Proyek ini tidak hanya berkontribusi pada sektor energi, tetapi juga pembangunan komunitas dan pencapaian target iklim global,” ujar Kim.

Ia menambahkan, penelitian awal ditargetkan rampung pada awal Januari 2026 dan akan dilanjutkan dengan riset utama seiring kesiapan teknologi serta sistem pendukung.

Chairman PT Internasional Digital Sustainability Consulting, Prof. Laode M. Kamaluddin, menilai integrasi lintas sektor dalam kerja sama ini menjadi kekuatan utama dalam pengembangan bioenergi dan ekonomi karbon nasional.

“Pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan sektor energi, industri, dan pembangunan wilayah membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi salah satu model pengembangan bioenergi dan ekonomi karbon di tingkat global,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, PLN EPI dan Greenery berkomitmen mendorong pengembangan biomassa dan residu pertanian, riset teknis bersama, penguatan rantai pasok berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas dan transfer pengetahuan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pencapaian target cofiring PLN sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan sosial ekonomi secara terukur. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *