FACEINDONESIA.CO.ID – Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran kredit baru perbankan pada triwulan II-2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya. Kenaikan terjadi pada seluruh jenis kredit, meliputi kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi.
Hasil Survei Perbankan BI menunjukkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kredit baru mencapai 93,08 persen pada triwulan II-2026, melonjak dari 38,74 persen pada triwulan I-2026.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan tren positif tersebut diperkirakan berlanjut pada triwulan III-2026.
“Penyaluran kredit baru diprakirakan tetap tumbuh pada triwulan III-2026 dengan SBT sebesar 84,65 persen,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Senin (20/7).
BI mencatat peningkatan kredit terjadi di seluruh segmen penggunaan, mulai dari Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), hingga Kredit Konsumsi (KK).
Di sisi lain, perbankan masih menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit selama triwulan II-2026. Hal ini tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang berada di level positif 1,03.
Kebijakan tersebut mencakup pengaturan suku bunga kredit, plafon pinjaman, perjanjian kredit, jangka waktu, hingga biaya persetujuan kredit.
Meski demikian, BI memperkirakan standar penyaluran kredit akan lebih longgar pada triwulan III-2026. Proyeksi tersebut tercermin dari prakiraan ILS yang berada di level negatif 2,25.
Ramdan menambahkan, perbankan juga optimistis outstanding kredit hingga akhir 2026 akan terus meningkat, didukung kondisi ekonomi dan moneter yang tetap kondusif serta risiko penyaluran kredit yang dinilai masih terjaga. (BRA)





