Pertamina Kembangkan SAF dari Minyak Jelantah

FACEINDONESIA.CO.ID- Pertamina Patra Niaga terus mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai alternatif bahan bakar penerbangan yang lebih ramah lingkungan. Salah satu bahan baku yang dimanfaatkan adalah Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah.

Pengembangan dan produksi SAF tersebut dilakukan salah satunya di Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam ekosistem energi Pertamina sekaligus mendukung pengembangan bahan bakar berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pengembangan SAF menjadi salah satu topik dalam agenda Pertamax Journey 2026 yang mempertemukan jurnalis dari berbagai wilayah operasional Pertamina Patra Niaga.

“Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas strategis dalam ekosistem energi Pertamina. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 348 ribu barel per hari, kilang ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).

Kilang Cilacap juga diproyeksikan menjadi proyek green refinery pertama di Indonesia yang difokuskan pada produksi bahan bakar ramah lingkungan dalam skala besar. Pengembangan ini diharapkan memperkuat kemandirian energi hijau dan SAF nasional.

Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku SAF turut membuka peluang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai dalam rantai energi. Langkah tersebut sejalan dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular dan kebutuhan industri penerbangan terhadap bahan bakar yang lebih berkelanjutan.

Menurut Kitty, pengembangan SAF merupakan bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga menghadirkan produk dan layanan energi yang sesuai dengan perkembangan industri.

“Bagi kami, keberlanjutan dan ketahanan energi bukan dua hal yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya perlu dibangun secara bersamaan,” tandasnya.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *