Pertamina Bantu Bank Sampah Cemara Raup Rp200 Juta per Tahun

FACEINDONESIA.CO.ID- Program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Gang Cemara Hijau 1, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, berhasil membuktikan bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan dapat menjadi sumber pendapatan ekonomi. Melalui dukungan PT Pertamina Lubricants, Bank Sampah Cemara 001 mampu mengembangkan ekonomi sirkular dengan nilai mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta per tahun.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran Ketua Kelompok Pengelola Bank Sampah Gang Cemara Hijau 1, Dani Arwanto. Bersama masyarakat dan pengurus RT setempat, Dani mengembangkan sistem pengolahan sampah organik menjadi pelet pakan ternak dan kompos.

Bacaan Lainnya

Berbagai mesin pengolah sampah yang diberikan Pertamina Lubricants secara bertahap sejak 2022 menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan program tersebut. Bahkan, dukungan perusahaan juga mencakup pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4.000 watt untuk mendukung operasional mesin pengolahan sampah.

Tidak hanya mengelola bank sampah, kawasan Gang Cemara Hijau 1 juga dikembangkan menjadi lingkungan hijau yang memiliki rumah kaca (green house) tanaman anggur, budidaya ikan, serta fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD).

Sampah organik yang dikumpulkan dari rumah warga diolah menjadi pelet untuk pakan ikan dan kompos bagi tanaman. Dengan sistem tersebut, hasil pengolahan sampah kembali dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian dan peternakan masyarakat.

Dani menjelaskan, kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut mampu menghasilkan produksi pangan lokal sekitar 1 ton hingga 1,5 ton per tahun. Sementara itu, aktivitas bank sampah, budidaya maggot, dan Bengkel Sampah memberikan nilai ekonomi sekitar Rp150 juta hingga Rp200 juta setiap tahunnya.

Hasil penjualan produk tersebut digunakan kembali untuk membeli bibit ikan, membiayai kegiatan lingkungan, serta memenuhi kebutuhan operasional. Menariknya, seluruh kegiatan pengelolaan lingkungan ini tidak membebankan iuran bulanan kepada warga.

Selain memberikan manfaat ekonomi, program tersebut juga berhasil mengurangi volume sampah yang harus dibuang keluar lingkungan. Sampah organik kini diselesaikan langsung dari sumbernya melalui kebiasaan warga memilah sampah sejak dari rumah.

Warga mengumpulkan sampah organik setiap pagi untuk kemudian diambil petugas dan diproses menggunakan mesin pengolah. Sementara itu, program Bengkel Sampah mengajak masyarakat menukarkan sampah dengan oli melalui sistem uang atau poin yang dapat dikumpulkan.

Dani mengungkapkan, keberhasilan membangun lingkungan hijau tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga kesadaran masyarakat. Karena itu, ia terus mengajak warga, termasuk generasi muda, untuk terlibat aktif menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

Atas dedikasinya, Dani bersama komunitasnya pernah meraih penghargaan Kalpataru pada 2023. Ke depan, ia berharap Gang Cemara Hijau 1 dapat berkembang menjadi kawasan wisata hijau sekaligus pusat edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat luas.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mempelajari sistem pengelolaan sampah tersebut, semakin besar peluang untuk memperluas kawasan hijau dan mengatasi persoalan sampah di berbagai daerah.

Sementara itu, Staff Senior Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Lubricants, Asep Saputra, mengatakan dukungan perusahaan terhadap Gang Hijau Cemara merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Asep menjelaskan, kawasan tersebut masuk dalam ring 1 Pertamina Lubricants, khususnya wilayah Production Unit Jakarta. Pendampingan telah dilakukan sejak 2022 dan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 2023.

Menurut Asep, program tersebut merupakan bagian dari pengembangan Kampung Iklim Gang Hijau Cemara RW 01 yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan energi bersih.

Bantuan PLTS berkapasitas 4.000 watt juga menjadi bentuk sinergi perusahaan dengan program energi hijau dan pengembangan Desa Energi Berdikari.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ketiga mengenai kesehatan, tujuan kedelapan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim.

Pertamina Lubricants, lanjut Asep, mendukung gerakan pemilahan sampah yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dukungan peralatan pengolahan sampah organik dan anorganik di Bank Sampah Cemara menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

Melalui kolaborasi perusahaan dan masyarakat, Gang Cemara Hijau 1 menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang tepat dapat menciptakan lingkungan lebih sehat sekaligus membuka peluang ekonomi produktif dan berkelanjutan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *