Pengembangan MNK Rokan Buka Peluang Baru Migas Indonesia

FACEINDONESIA.CO.ID- Pengembangan migas nonkonvensional (MNK) di Blok Rokan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dinilai dapat membuka peluang baru bagi peningkatan produksi minyak nasional. Jika dikembangkan secara ekonomis, MNK berpotensi menjadi sumber tambahan produksi migas Indonesia.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, pengembangan MNK dapat menjadi pembeda dalam industri migas Indonesia, seperti yang terjadi di Amerika Serikat setelah mengembangkan sumber migas nonkonvensional.

“Game changer-nya migas itu MNK. Hal ini seperti di AS, di mana MNK menjadi pembeda karena potensinya cukup besar,” ujar Komaidi kepada media, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi MNK yang cukup besar. Namun, pengembangannya menghadapi tantangan karena karakteristik batuan berbeda dengan sumber migas konvensional.

Kondisi tersebut membuat pengembangan MNK membutuhkan teknologi khusus dan biaya produksi yang berbeda. Karena itu, kajian teknologi dan keekonomian perlu terus dilakukan agar pengembangannya tetap memiliki nilai ekonomi.

Komaidi juga menilai pengembangan MNK di Zona Rokan menunjukkan kemampuan PHR dalam mengembangkan sumber migas nonkonvensional. Pengembangan tersebut antara lain dilakukan melalui kerja sama riset dan penggunaan teknologi.

Jika program MNK PHR berhasil, cadangan migas yang dapat diproduksikan berpotensi bertambah sehingga dapat memperpanjang usia bisnis migas PHR dan Pertamina.

“Penemuan dan pengembangan cadangan baru dapat memperpanjang usia bisnis migas PHR dan Pertamina secara keseluruhan,” katanya.

Menurut Komaidi, keberhasilan pengembangan MNK juga berpotensi membuka peluang eksplorasi sumber migas nonkonvensional di wilayah lain Indonesia sekaligus meningkatkan kredibilitas Pertamina di tingkat global.

Lebih lanjut, pengembangan MNK dinilai dapat mendukung ketahanan energi nasional. Hal ini penting karena sejumlah blok migas baru Indonesia berada di laut dalam yang membutuhkan teknologi, infrastruktur dan investasi besar.

Sementara itu, sebagian potensi MNK berada di daratan sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat produksi dan ketahanan energi nasional.

Sebelumnya, PHR sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina menandatangani Kontrak Bagi Hasil (KBH) MNK Rokan melalui anak usahanya, PT PHE Rokan Nonkonvensional.

MNK Rokan menjadi salah satu proyek awal pengembangan migas nonkonvensional di Indonesia. Pengembangannya dimulai melalui pengeboran Gulamo DET-1 pada 2023, kemudian dilanjutkan dengan pengeboran Kelok DET-1 pada 2024 untuk mengkaji potensi MNK di struktur North Aman.

Pengembangan MNK Rokan diharapkan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai potensi sumber daya migas nonkonvensional sekaligus menjadi pijakan bagi pengembangan MNK di wilayah Indonesia lainnya.(iZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *