FACEINDONESIA.CO.ID- PT Pertamina (Persero) mengumumkan sembilan inovator muda terbaik dalam ajang Pertamuda Seed and Scale 2026. Program pengembangan startup ini diikuti 4.445 peserta dari 764 perguruan tinggi di Indonesia serta dua perguruan tinggi luar negeri.
Pengumuman pemenang berlangsung dalam malam puncak Final dan Awarding Pertamuda Seed and Scale 2026 di The Patra Bali, Kamis (5/11/2026). Sembilan pemenang terpilih dari tiga kategori, yakni Early-Stage Startup, Energy Founder – Energy Optimization, dan Energy Founder – Energy Future.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan keberhasilan Pertamuda tidak hanya diukur dari jumlah peserta dan pemenang, tetapi juga dari keberlanjutan bisnis yang dikembangkan para alumninya.
Berdasarkan pemantauan terhadap alumni periode 2021–2025, tingkat keberlangsungan usaha atau survival rate startup binaan Pertamuda mencapai 90 persen.
Arya menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa program Pertamuda mampu membantu menjaga keberlanjutan bisnis anak muda sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Menurutnya, perkembangan usaha para alumni diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja baru dan penguatan ekonomi kreatif.
Pertamina pun berkomitmen mengembangkan Pertamuda sebagai ekosistem yang mempertemukan inovasi, industri, dan investasi agar semakin banyak ide kreatif anak bangsa berkembang menjadi bisnis berdaya saing.
Sementara itu, VP Stakeholder Relations & Management PT Pertamina (Persero), Rifky Rakhman Yusuf, menjelaskan hasil tracer study terhadap 179 startup finalis unik Pertamuda periode 2021–2025 menunjukkan perkembangan positif.
Dari 61 startup yang datanya berhasil dianalisis secara mendalam, sebanyak 55 startup atau 90,16 persen masih aktif menjalankan usaha atau berhasil melakukan perubahan model bisnis (pivot).
Rifky menegaskan, keberhasilan Pertamuda tidak hanya dilihat dari penghargaan yang diterima peserta, tetapi juga dari ilmu, jaringan, dan perkembangan bisnis setelah mengikuti program.
Ia menilai Pertamuda telah berkembang melampaui kompetisi kewirausahaan dan menjadi salah satu sarana Pertamina dalam memperkuat inovasi serta pengembangan startup di Indonesia.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menambahkan Pertamuda Seed and Scale merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung lahirnya wirausaha muda yang inovatif dan tangguh.
Melalui kegiatan bootcamp, peserta mendapatkan kesempatan menguji model bisnis, memperoleh masukan dari pelaku industri, serta menjajaki peluang kerja sama dan pendanaan. Peserta juga berpeluang mendapatkan dana pembinaan senilai ratusan juta rupiah, akses permodalan, dan pendampingan bisnis berkelanjutan.
Salah satu pemenang, Raditia Damar Prasetyo, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mengaku bangga inovasi APROS yang dikembangkannya berhasil masuk tiga besar kategori Early-Stage Startup.
Sementara itu, Ziauddin Dzilmi Yusuf, mahasiswa Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang, berhasil membawa inovasi Node Fabless Semiconductor Company masuk tiga besar kategori Energy Founder – Energy Optimization.
Ziauddin berharap inovasinya dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan industri cip buatan Indonesia dengan bahan baku dalam negeri sekaligus mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Adapun sembilan pemenang Pertamuda Seed and Scale 2026 adalah sebagai berikut:
Kategori Early-Stage Startup:
1. Robotku School – Deltakristiano Kurniaputra, Universitas Indonesia.
2. APROS – Raditia Damar Prasetyo, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
3. Aigra – Satriyo Imam Arifin Wahono, Universitas Negeri Surabaya.
Kategori Energy Founder – Energy Optimization:
1. Popipo – Yudhistira Pranata Nusa, Institut Teknologi Bandung.
2. Spectamate – Moch. Aufa Dany Damario Sudjono, Universitas Indonesia.
3. Node Fabless Semiconductor Company – Ziauddin Dzilmi Yusuf, Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.
Kategori Energy Founder – Energy Future:
1. Zero Pome – Kayla Kwok, Universitas Indonesia.
2. Aio PestGuard – Muhammad Raihan Ghani, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
3. Aquasweep – Mirrabell Frederica Hadiwijono, University of Toronto, Kanada.
Sebelum mencapai babak final, seluruh peserta melewati seleksi berjenjang mulai dari kurasi Top 100, Elevator Pitch untuk menentukan Top 60, hingga pembinaan intensif melalui bootcamp.
Dari proses tersebut, terpilih 15 finalis terbaik yang mempresentasikan ide bisnis dalam babak Final Pitch di hadapan lima juri profesional dari berbagai sektor.
Penyelenggaraan Pertamuda Seed and Scale 2026 juga menjadi bagian dari kontribusi Pertamina terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) poin 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Melalui program ini, Pertamina berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mampu mengembangkan gagasan inovatif menjadi bisnis berkelanjutan, membuka lapangan kerja, serta menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan masa depan.(ZID)






