FACEINDONESIA.CO.ID- PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas ekspansi bisnis digital dengan menggandeng 27 Badan Usaha Milik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (BUM PTNBH) di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini menjadi strategi untuk memperkuat inklusi keuangan syariah sekaligus meningkatkan penggunaan aplikasi Bale Syariah di lingkungan perguruan tinggi.
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan kerja sama tersebut merupakan peluang strategis untuk menggarap potensi pasar mahasiswa melalui layanan keuangan digital yang terintegrasi dengan berbagai aktivitas kampus.
Menurut Alex, pengembangan ekosistem digital kampus diharapkan menjadikan Bale Syariah by BSN sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari mahasiswa, mulai dari transaksi keuangan, kegiatan kemahasiswaan hingga aktivitas ibadah.
“Ekosistem digital kampus ini dirancang agar Bale Syariah by BSN dapat menjadi bagian dari berbagai aktivitas mahasiswa. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan, layanan ini juga diarahkan untuk mendukung kegiatan kemahasiswaan hingga memfasilitasi aktivitas ibadah,” ujar Alex dalam acara Workshop & Business Matching di Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).
Untuk mewujudkan strategi tersebut, Bank BSN menyiapkan empat pilar integrasi digital di lingkungan kampus.
Pilar pertama adalah kemudahan transaksi digital, termasuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui Virtual Account (VA) serta program cashback menggunakan aplikasi Bale Syariah di berbagai fasilitas kantin kampus.
Pilar kedua berfokus pada dukungan kegiatan kemahasiswaan melalui pendanaan acara atau sponsorship. Program ini sekaligus menjadi upaya memperluas akuisisi nasabah dengan mengajak mahasiswa baru mengunduh dan menggunakan aplikasi Bale Syariah.
Selanjutnya, pilar ketiga diarahkan untuk mendorong penerapan kampus nontunai (cashless) melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di berbagai tenant dan unit usaha yang dikelola BUM PTNBH.
Melalui skema direct merchant, pengelola usaha di lingkungan kampus juga memperoleh kemudahan transaksi serta proses penyelesaian pembayaran yang lebih cepat dan akurat.
Sementara itu, pilar keempat menyasar penguatan ekosistem spiritual mahasiswa melalui kerja sama dengan masjid kampus. Bank BSN menyediakan layanan QRIS terintegrasi untuk memudahkan pembayaran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara nontunai.
Pengembangan ekosistem digital tersebut didukung oleh pertumbuhan positif layanan Bale Syariah. Hingga September 2026, aplikasi Bale Syariah by BSN mencatat 258,8 ribu pengguna aktif atau meningkat 191,8 persen secara year to date (YTD).
Dari sisi transaksi, aplikasi tersebut membukukan 3,84 juta transaksi dengan total volume mencapai Rp7,47 triliun.
Pertumbuhan juga terlihat pada layanan QRIS Bank BSN. Hingga September 2026, jumlah merchant QRIS mencapai 6.645 merchant atau tumbuh 68,9 persen secara YTD. Adapun volume transaksi tercatat sebesar Rp178,79 miliar dengan frekuensi mencapai 2,43 juta transaksi.
Alex optimistis, pengembangan ekosistem digital di lingkungan perguruan tinggi dapat memperluas basis nasabah Bank BSN, khususnya dari kalangan generasi muda, sekaligus mendorong semakin luasnya pemanfaatan layanan keuangan syariah di Indonesia.(SAN)





