Posyandu Anggrek Sukamaju Rampung, Dana Rp300 Juta per RW Depok Mulai Dirasakan Warga

FACEINDONESIA.CO.ID- Program pembangunan berbasis wilayah melalui alokasi dana Rp300 juta per RW yang digagas Wali Kota Depok Supian Suri mulai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya ditandai dengan rampungnya pembangunan Posyandu Anggrek RW 05, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, yang menjadi salah satu posyandu paling awal diselesaikan di wilayah tersebut.

Peresmian Posyandu Anggrek RW 05 dihadiri Ketua RW 05 Muhammad Aidi, Lurah Sukamaju Ari Basuki, Camat Cilodong Zainal Arifin, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sukamaju Kusmawan, pengurus posyandu, serta warga setempat.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita dan lanjut usia (lansia). Selain menjadi tempat pelayanan kesehatan, posyandu juga diharapkan berfungsi sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Cilodong Zainal Arifin mengapresiasi penyelesaian pembangunan Posyandu Anggrek yang dapat dirampungkan lebih awal sesuai tahapan pelaksanaan program.

Menurutnya, pembangunan di tingkat RW perlu dilaksanakan secara terencana, tertib, dan berdasarkan kebutuhan masyarakat agar hasilnya bisa segera dimanfaatkan.

Ia juga mengingatkan agar fasilitas posyandu tersebut digunakan secara optimal untuk mendukung pelayanan kesehatan balita dan lansia, termasuk pemantauan tumbuh kembang anak serta edukasi pemenuhan gizi keluarga.

Keberadaan posyandu juga memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Melalui pemantauan pertumbuhan balita secara berkala dan peningkatan pemahaman orang tua mengenai gizi, masyarakat dapat berpartisipasi dalam menjaga kesehatan anak sejak dini.

Zainal menjelaskan, program dana pembangunan Rp300 juta per RW dilaksanakan secara bertahap. Karena itu, setiap RW diharapkan mampu menentukan skala prioritas berdasarkan kebutuhan nyata di lingkungannya.

Memasuki Desember mendatang, tahapan pra-Musrenbang menjadi kesempatan bagi pengurus RW untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan yang diproyeksikan masuk dalam perencanaan tahun 2028.

Sejumlah kebutuhan infrastruktur, seperti pembangunan dan perbaikan drainase, turap, serta pekerjaan lingkungan lainnya, dapat diusulkan melalui koordinasi dengan pihak kelurahan.

Ia menegaskan, penggunaan anggaran harus diarahkan pada kebutuhan prioritas sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara tepat sasaran.

Selain itu, Zainal mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana pembangunan. Pengurus RW diharapkan menyampaikan perkembangan penggunaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan secara berkala kepada masyarakat.

Penyampaian informasi dapat dilakukan melalui grup WhatsApp RT dan RW agar warga mengetahui perkembangan program sekaligus ikut mengawasi proses pembangunan.

Menurutnya, dukungan pembangunan juga dapat diperkuat melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD. Namun, upaya tersebut membutuhkan komunikasi dan koordinasi antara pengurus RW, pemerintah kelurahan, kecamatan, serta para pemangku kepentingan.

Sementara itu, Ketua RW 05 Muhammad Aidi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Depok melalui program pembangunan berbasis RW. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merealisasikan kebutuhan lingkungan secara lebih terarah.

Pembangunan Posyandu Anggrek menjadi salah satu bentuk pemanfaatan anggaran yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam menunjang kegiatan pelayanan kesehatan balita dan lansia.

Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan bersama sehingga tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat kegiatan kesehatan masyarakat yang aktif dan berkelanjutan.

Lurah Sukamaju Ari Basuki turut menyambut baik rampungnya pembangunan Posyandu Anggrek RW 05. Ia menilai pembangunan berbasis RW memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan lingkungan secara langsung sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Pemerintah kelurahan, lanjutnya, berperan mendampingi proses perencanaan, koordinasi, serta pengajuan usulan pembangunan agar berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Keberhasilan pembangunan Posyandu Anggrek diharapkan dapat menjadi contoh bagi RW lainnya di Kelurahan Sukamaju untuk mengoptimalkan program pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Ketua LPM Kelurahan Sukamaju Kusmawan juga hadir sebagai bentuk dukungan unsur kelembagaan masyarakat terhadap pembangunan lingkungan. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dinilai penting, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan hingga memastikan hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Program dana Rp300 juta per RW yang diinisiasi Wali Kota Depok Supian Suri diharapkan tidak hanya memperkuat pembangunan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan kualitas kehidupan warga.

Rampungnya Posyandu Anggrek RW 05 menjadi bukti bahwa pembangunan yang berangkat dari kebutuhan lingkungan dapat menghadirkan fasilitas dengan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ke depan, keberlanjutan program tersebut membutuhkan pengelolaan yang transparan, partisipasi aktif warga, serta koordinasi yang konsisten antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, pembangunan berbasis RW di Kota Depok diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, tertata, dan sejahtera.

Keberhasilan pembangunan pada akhirnya bukan hanya diukur dari cepatnya fasilitas diselesaikan, melainkan juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan, dijaga, dan digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.(MUS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *