Pegadaian Edukasi Ojek Pangkalan Kelola Keuangan

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Pegadaian (Persero) Area Kebayoran Baru memperkuat inklusi keuangan pekerja informal melalui edukasi literasi keuangan bersama komunitas ojek pangkalan di Learning Corner PT Pegadaian CP Cilandak, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan pengemudi ojek pangkalan dari wilayah Cilandak dan sekitarnya ini bertujuan meningkatkan pemahaman dalam mengelola pendapatan harian serta menjaga ketahanan ekonomi keluarga.

Bacaan Lainnya

Materi yang diberikan meliputi perencanaan keuangan keluarga, pentingnya menyiapkan dana darurat, kewaspadaan terhadap investasi bodong, serta pengenalan produk keuangan syariah dan konvensional yang dapat diakses masyarakat.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan pekerja informal memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat. Namun, pendapatan yang tidak selalu tetap membuat pengelolaan keuangan secara terencana menjadi penting.

“Pegadaian berkomitmen penuh untuk hadir mendampingi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pekerja keras di sektor informal seperti rekan-rekan ojek pangkalan,” ujar Maryono.

Menurutnya, literasi keuangan dapat mendorong masyarakat lebih mandiri sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui instrumen keuangan yang aman, legal, dan terpercaya.

Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Kebayoran Baru, M. Noer Udin Nastain, menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan berbagai solusi finansial Pegadaian, seperti Tabungan Emas, pembiayaan modal kerja, dan transaksi digital.

Para peserta juga mendapatkan panduan penggunaan aplikasi TRING untuk mendukung transaksi keuangan melalui ponsel. Layanan tersebut memungkinkan masyarakat menabung emas dengan nominal kecil, membayar berbagai tagihan, hingga mengajukan pembiayaan.

Kegiatan diawali dengan penyerahan apresiasi kepada perwakilan komunitas ojek pangkalan dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif.

Melalui edukasi ini, Pegadaian berharap literasi keuangan bagi pekerja informal semakin luas sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan finansial secara bijak, mandiri, dan berkelanjutan.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *