PTPN III Perkuat Ekonomi Warga Desa Bulok

FACEINDONESIA.CO.ID- PTPN III bersama InJourney Group dan masyarakat Desa Bulok, Lampung Selatan, menutup Program Relawan Bakti BUMN 2026 yang berlangsung selama empat hari, 16-19 Agustus 2026.

Program ini difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat, ekonomi lokal, kesehatan, pendidikan, lingkungan, serta pengembangan Desa Bulok sebagai desa wisata.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat melanjutkan manfaat yang telah diberikan.

“Relawan Bakti BUMN dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama,” ujar Denaldy dalam keterangan pers, Jumat (21/8/2026).

Selama program berlangsung, sebanyak 40 pelaku UMKM mengikuti pelatihan laporan keuangan dan digitalisasi usaha. Enam pengelola guest house juga mendapat pelatihan hospitality yang mencakup pelayanan, kebersihan dan kenyamanan pengunjung.

Di bidang pendidikan, sekitar 150 siswa mengikuti program Relawan Mengajar dengan materi makanan bergizi, kedisiplinan serta pencegahan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza).

Program juga menyentuh sektor kesehatan melalui jalan sehat dan posyandu yang diikuti sekitar 400 warga. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, asam urat serta kesehatan anak dan orang dewasa. Peserta juga memperoleh obat ringan dan makanan bergizi.

Sementara di bidang lingkungan, sebanyak 10 relawan bersama 71 warga membersihkan kawasan Pantai Teluk Nipah. Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 700 kilogram sampah pesisir.

Selain itu, disediakan sarana pengelolaan sampah untuk mendorong kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan kawasan wisata.

Di sektor pertanian, sebanyak 810 bibit kelapa diserahkan dan ditanam bersama Kelompok Tani Desa Bulok. Bibit tersebut diharapkan mendukung penghijauan, pemanfaatan lahan produktif dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan juga diisi pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 81 meter oleh 10 relawan dan 71 warga sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pelaku usaha homestay Desa Bulok, Supriyanto, menilai program tersebut memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, khususnya mengenai lingkungan dan peluang ekonomi.

“Desa Bulok memiliki potensi yang masih dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak,” kata Supriyanto.

Menurutnya, pembersihan Pantai Teluk Nipah tidak hanya membuat kawasan pesisir lebih bersih, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah.

Pelatihan administrasi keuangan dan digitalisasi juga diharapkan membantu pelaku UMKM mengelola usaha secara lebih tertata. Sementara pelatihan hospitality meningkatkan kesiapan pengelola guest house dalam menerima wisatawan.

Program Relawan Bakti BUMN 2026 kemudian ditutup Direktur Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi PTPN I (Persero), Siwi Peni, mewakili Direksi PTPN III.

Penutupan turut dihadiri Director Office of the Board Danantara Asset Management (Persero) Tony Andrianto, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, serta General Manager Bandara Internasional Radin Inten II Lampung Selatan Kiki Eprina Arieanti.

Siwi mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang telah terlibat sejak persiapan hingga pelaksanaan program.

“Keberlanjutan menjadi hal yang paling penting agar manfaat program terus dikembangkan masyarakat,” ujar Siwi.

Program Relawan Bakti BUMN 2026 melibatkan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III dan subholding PTPN I, serta berkolaborasi dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, PT Angkasa Pura Indonesia dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan Desa Bulok sebagai desa wisata dengan lingkungan yang bersih serta ekonomi masyarakat yang semakin kuat.

Setelah program berakhir, masyarakat bersama pemerintah desa dan pemerintah daerah diharapkan dapat melanjutkan berbagai kegiatan serta memanfaatkan pengetahuan dan fasilitas yang telah diberikan agar manfaat program tetap berkelanjutan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *