FACEINDONESIA.CO.ID – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) XXXI Tahun 2026 dibuka di Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini diikuti kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-NTB sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat syiar Al-Qur’an dan pembinaan generasi Qur’ani.
Pembukaan MTQ dihadiri Gubernur NTB, H. lalu Muhammad Iqbal, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Wakil Gubernur NTB, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah, sejumlah kepala daerah se-NTB, Kepala Kantor Kementerian Agama NTB, jajaran Forkopimda Provinsi NTB, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTB serta Kabupaten Lombok Tengah, para tuan guru dan tokoh agama, dewan hakim, serta kafilah dari 10 kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, yang juga Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawah Al-Qur`an (LPTQ) Nasional, Muchlis M. Hanafi, mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat NTB dalam menyambut pelaksanaan MTQ tingkat provinsi. Menurutnya, ribuan masyarakat yang memadati pawai ta’aruf dan malam pembukaan menunjukkan bahwa MTQ masih menjadi ruang ekspresi kecintaan umat terhadap Al-Qur’an.
“Saya sungguh terkesan melihat antusiasme masyarakat NTB. Ribuan orang turun menyambut pawai ta’aruf dan memeriahkan malam pembukaan. Ini benar-benar menjadi festival keagamaan yang membanggakan. Bahkan menurut saya, MTQ tingkat provinsi ini menghadirkan suasana dan kemeriahan yang bercita rasa nasional,” ujar Muchlis.
Ia menilai partisipasi masyarakat yang tinggi tidak terlepas dari karakter masyarakat NTB yang religius serta mampu memadukan nilai-nilai agama dan budaya secara harmonis dalam kehidupan sehari-hari.
Muchlis menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dipahami semata sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan sebagai sarana pendidikan, pembinaan, dan pembangunan karakter masyarakat. “Keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari lahirnya qari, qariah, hafiz, atau mufassir terbaik. Yang lebih penting adalah sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an hidup di tengah masyarakat, menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” katanya.
Menurutnya, Al-Qur’an merupakan petunjuk yang membimbing manusia menuju kehidupan yang lebih baik, lebih adil, lebih damai, dan lebih bermartabat. Karena itu, MTQ harus menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat pemahaman dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.
Muchlis juga mengapresiasi tema MTQ NTB XXXI Tahun 2026, “Masmirah Mendunia, Menebar Rahmatan lil ‘Alamin.” Menurutnya, tema tersebut mencerminkan tekad untuk menjadikan nilai-nilai luhur masyarakat NTB yang religius dan berbudaya sebagai inspirasi yang memberi manfaat tidak hanya bagi daerah, tetapi juga bagi bangsa dan dunia.
Ia menambahkan, Kementerian Agama terus berkomitmen menjadikan MTQ sebagai salah satu instrumen diplomasi keagamaan Indonesia di tingkat internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan serta pengiriman qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik Indonesia ke berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an internasional.
“Alhamdulillah, para duta Al-Qur’an Indonesia telah menunjukkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat dunia. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki tradisi dan kualitas seni baca Al-Qur’an yang sangat baik,” ujarnya.
Muchlis juga mengingatkan bahwa di tengah berbagai tantangan global dan ketidakpastian ekonomi dunia, masyarakat perlu semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Menurutnya, penguatan tilawah, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an merupakan modal spiritual yang sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Bangsa yang dekat dengan Al-Qur’an adalah bangsa yang memiliki optimisme, ketangguhan moral, dan kekuatan spiritual. Karena itu, syiar Al-Qur’an harus terus dihidupkan, termasuk melalui penyelenggaraan MTQ. Kita berharap keberkahan Al-Qur’an senantiasa menyertai bangsa dan negara kita,” tuturnya.
Terakhir, Muchlis mengajak seluruh peserta, panitia, dan masyarakat untuk menjadikan MTQ sebagai momentum memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, tidak hanya melalui tilawah dan hafalan, tetapi juga melalui pemahaman serta pengamalan nilai-nilainya. “Kita berharap MTQ ini tidak hanya melahirkan para juara musabaqah, tetapi juga melahirkan generasi Qur’ani yang mampu menjadi pelopor kerukunan, penjaga lingkungan, penggerak kemajuan masyarakat, serta bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berakhlak, dan bermartabat,” pungkasnya.
MTQ Tingkat Provinsi NTB XXXI Tahun 2026 berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah dan diikuti oleh kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-Nusa Tenggara Barat. Selain menjadi ajang seleksi menuju MTQ tingkat nasional, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan syiar serta pembumian nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. (DEN)





