FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, September 2026. Ini akan menjadi gelaran kali kedua setelah Jawa Tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 1979.
Persiapan MTQ Nasional ini dibahas dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Rapat dibuka Menteri Koordinator PMK, Pratikno, dan dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Kemenko PMK, Warsito. Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Ketua LPTQ Jawa Tengah beserta jajaran, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, Asisten Deputi Bina Keagamaan, Asep Sunandar, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Iwanuddin Iskandar, serta unsur Pemerintah Kota Semarang dan kementerian/lembaga terkait.
Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MTQ Nasional di Semarang. “Kemenko PMK akan memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga berjalan optimal, sehingga penyelenggaraan MTQ Nasional ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai tuan rumah, termasuk dukungan sarana dan prasarana yang terus dimatangkan. Ia juga menegaskan bahwa terakhir kali Jawa Tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional adalah pada tahun 1979.
“Menjadi tuan rumah MTQ Nasional merupakan kehormatan besar bagi Jawa Tengah. Kami tidak hanya menargetkan sukses penyelenggaraan dan prestasi, tetapi juga sukses ekonomi, khususnya dalam menggerakkan UMKM dan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad melaporkan bahwa persiapan di tingkat pusat terus berjalan, termasuk proses pendaftaran peserta dan rekrutmen Dewan Hakim yang telah dilaksanakan secara terbuka.
“Kami berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh tahapan persiapan, termasuk dalam rekrutmen Dewan Hakim, sehingga MTQ Nasional ini benar-benar kredibel dan berkualitas,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut juga disepakati logo, maskot, serta tema resmi MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, yaitu: “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”
Tema ini dipilih karena mencerminkan semangat menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai yang tidak hanya membimbing kehidupan spiritual, tetapi juga membangun harmoni sosial dan peradaban bangsa. Selain itu, tema ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menekankan pentingnya pembangunan manusia yang berkarakter, berakhlak, dan berkeadaban.
Melalui tema tersebut, MTQ Nasional diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, memperkuat persatuan, serta mendorong kemajuan bangsa.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam memastikan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan guna menyukseskan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang. (San)





