FACEINDONESIA.CO.ID- Produksi minyak PT Pertamina EP (PEP) Rantau Field, Aceh Tamiang, kembali pulih setelah sempat terhenti total akibat banjir bandang yang menerjang wilayah kerja perusahaan.
Banjir setinggi 4,5 meter pada 26 November 2025 membuat seluruh aktivitas produksi minyak berhenti hingga mencapai nol barel per hari. Kondisi semakin sulit karena akses menuju lokasi terputus, sementara listrik, air bersih, dan sejumlah fasilitas ikut terdampak.
Lebih dari 2.050 orang juga harus dievakuasi ke sejumlah lokasi yang lebih tinggi. Dalam kondisi darurat, Pertamina mengirimkan helikopter untuk mendistribusikan makanan serta membantu evakuasi warga yang membutuhkan penanganan medis.
Setelah banjir surut, PEP Rantau Field melakukan pemulihan secara bertahap. Field Manager PEP Rantau Field Tomi Wahyu Alimsyah mengatakan, proses tersebut dilakukan berdasarkan arahan Pertamina pusat melalui empat tahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, reaktivasi fasilitas dan sumur, pemulihan produksi, hingga penguatan infrastruktur untuk menghadapi kondisi serupa di masa mendatang.
Salah satu langkah penting adalah menghidupkan kembali pembangkit listrik dengan memanfaatkan gas dari sumur yang telah direaktivasi. Pasokan listrik tersebut kemudian digunakan untuk menjalankan kembali fasilitas dan peralatan produksi.
Upaya pemulihan secara bertahap membuahkan hasil. Produksi yang sebelumnya berada di angka nol barel per hari sempat meningkat hingga sekitar 2.000 barel per hari, bahkan lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum banjir.
Saat ini, produksi minyak PEP Rantau Field telah kembali stabil di kisaran 1.700 barel per hari.
PEP Rantau Field merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 1 dengan wilayah kerja di Aceh Tamiang dan sebagian area operasi berada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.(ZID)






