FACEINDONESIA.CO.ID- Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) bersama kalangan pemuda dan cendekiawan untuk berperan aktif memperkuat koperasi sebagai pilar kemandirian umat dan ekonomi kerakyatan.
Ferry mendorong ICMI turut mendampingi koperasi, menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan usaha, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kualitas tata kelola agar koperasi semakin profesional dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, koperasi bukan sekadar wadah kegiatan ekonomi, tetapi juga merupakan perwujudan semangat ta’awun atau saling menolong. Prinsip tersebut sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan asas kekeluargaan sebagai landasan perekonomian nasional.
Hal itu disampaikan Ferry dalam National Leadership Camp ICMI 2026 bertema “Spirit Ta’awun dan Ekonomi Kerakyatan: Koperasi sebagai Jalan Kemandirian Umat dan Pemerataan Ekonomi Nasional” di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
“Saya mengajak ICMI berkontribusi secara nyata. Semangat ta’awun bukan sekadar teori, melainkan kerja nyata membangun kesejahteraan bersama. Koperasi adalah jalannya,” ujar Ferry.
Ia menjelaskan, koperasi memberikan kesempatan kepada anggota untuk menghimpun modal, menentukan pengurus, mengawasi pengelolaan usaha, sekaligus menikmati hasil secara adil.
Ferry juga menilai pengembangan ekonomi syariah perlu melibatkan koperasi, termasuk pada sektor busana muslim, makanan halal, pariwisata, dan keuangan syariah. Keterlibatan koperasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta menambah pendapatan anggota.
Menurutnya, koperasi syariah, UMKM, pesantren, dan pasar tradisional merupakan fondasi ekonomi rakyat. Dukungan perbankan syariah, pasar modal, serta dana sosial juga perlu disinergikan untuk memperkuat ekosistem tersebut.
Ferry menambahkan, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Program tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai pasok dan menekan biaya distribusi sehingga harga kebutuhan masyarakat lebih terjangkau.
Ia menekankan pentingnya kontribusi kalangan akademisi dan cendekiawan melalui riset, pendampingan usaha, serta pengembangan jaringan pemasaran agar koperasi semakin kompetitif.
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Syahganda Nainggolan menegaskan bahwa kaum muda, cendekiawan, dan komunitas seperti ICMI memiliki peran strategis dalam mendukung pemberdayaan ekonomi rakyat.
Ia mengingatkan agar ilmu pengetahuan, jaringan, dan kemampuan komunikasi dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan dukungan.
“Koperasi harus hadir menjawab kebutuhan nyata, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok, penampungan hasil produksi, hingga akses permodalan yang adil,” tegas Syahganda.
Ia optimistis, koperasi yang tumbuh sehat dan dikelola secara profesional dapat memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan.
Dengan kolaborasi pemerintah, ICMI, kalangan akademisi, dan pelaku usaha, koperasi diharapkan semakin berperan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dan mewujudkan kemandirian umat di Indonesia.(SAN)






