FACEINDONESIA.CO.ID- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkuat kerja sama dengan Asia Venture Philanthropy Network (AVPN) untuk mengoptimalkan dampak program filantropi Islam. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan pengukuran dampak sosial (social impact measurement) serta perluasan jaringan kemitraan di tingkat global.
Upaya tersebut dibahas dalam audiensi BAZNAS bersama AVPN yang berlangsung di Gedung BAZNAS, Jakarta, Jumat (30/10/2026). Pertemuan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi, Kepala Divisi Layanan Muzaki Koperasi BAZNAS Hafiza Elvira Nofitariani, Executive Director of Philanthropy AVPN Kurt Peleman, Charlie Hartono, dan Jehan Omar.
Zainut mengatakan, kolaborasi ini sejalan dengan komitmen BAZNAS meningkatkan kualitas pengelolaan zakat agar memberikan manfaat lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan karitatif untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu menciptakan perubahan sosial secara sistematis dan terukur.
“BAZNAS sangat terbuka terhadap inovasi tata kelola modern. Melalui potensi ZIS yang besar sebagai instrumen impact investing, kami siap berkolaborasi dengan ekosistem global seperti AVPN untuk mengadopsi standar internasional dalam pengukuran dampak sosial, penguatan kapasitas amil, serta memperluas jangkauan program pengentasan kemiskinan,” ujar Zainut.
Dia menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dalam kerja sama tersebut. Pertama, mengintegrasikan standar internasional pengukuran dampak sosial ke dalam program pemberdayaan BAZNAS, seperti ZMart, Balai Ternak, dan beasiswa.
Kedua, meningkatkan kapasitas serta memperluas jejaring pengelola zakat melalui pelatihan dan pertukaran praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan filantropi di tingkat internasional.
Ketiga, memperkuat sosialisasi peran filantropi Islam sebagai salah satu pilar strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di kawasan Asia-Pasifik.
Zainut juga mendorong penguatan filantropi berbasis keimanan (faith-based philanthropy) untuk menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi perubahan iklim, akses pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara inklusif.
Sementara itu, Executive Director of Philanthropy AVPN Kurt Peleman menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan BAZNAS dapat mempertemukan potensi modal sosial berbasis agama (faith-based capital) dengan pendekatan filantropi modern sehingga menghasilkan dampak yang lebih luas.
Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem investasi sosial di kawasan Asia-Pasifik. Dalam hal ini, zakat berpotensi menjadi instrumen penting untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Sebagai informasi, Asia Venture Philanthropy Network (AVPN) merupakan jaringan investor sosial di kawasan Asia-Pasifik yang berkantor pusat di Singapura. Organisasi ini memiliki ratusan anggota dari berbagai sektor, mulai dari lembaga filantropi, korporasi, investor berdampak, hingga organisasi berbasis keimanan.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berharap pengelolaan zakat dan dana sosial keagamaan lainnya semakin profesional, terukur, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengentasan kemiskinan dan pembangunan masyarakat.(SAN)






