Insiden KMP Batumandi Jadi Alarm Keselamatan Pelayaran

FACEINDONESIA.CO.ID- Insiden kebakaran hingga terbaliknya Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di Pelabuhan Merak, Banten, menjadi pengingat pentingnya penguatan keselamatan transportasi laut. Pengawasan ketat dan kesiapan armada dinilai menjadi faktor utama untuk melindungi penumpang sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik antara Jawa dan Sumatera.

KMP Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terbakar pada Selasa (20/10/2026) sore saat melakukan manuver menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak. Sehari kemudian, Rabu (21/10/2026) malam, kapal tersebut terbalik hingga tenggelam. Beruntung, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Bacaan Lainnya

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai, sejumlah kecelakaan kapal yang terjadi di berbagai wilayah perairan Indonesia dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi perhatian serius pemerintah dan operator pelayaran.

Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang disampaikannya, sejak Januari hingga Agustus 2026 tercatat lebih dari 600 insiden kecelakaan kapal. Peristiwa tersebut melibatkan berbagai jenis angkutan laut, mulai dari kapal penumpang, kapal cepat, kapal wisata, hingga kapal penyeberangan antarpulau.

Sejumlah kecelakaan bahkan menjadi perhatian publik, termasuk insiden kapal penyeberangan di Laut Jawa, kapal wisata di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, serta kecelakaan akibat cuaca buruk dan gangguan teknis mesin.

“Penanganan cepat itu harus, keselamatan merupakan faktor utama,” tegas Djoko.

Menurutnya, kecelakaan kapal bukan hanya mengancam keselamatan penumpang, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi. Hal ini menjadi semakin penting mengingat jalur Merak-Bakauheni merupakan salah satu penghubung utama Pulau Jawa dan Sumatera yang memiliki peran strategis dalam mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.

Djoko menegaskan, konektivitas kedua wilayah tersebut harus didukung infrastruktur transportasi yang memadai dan terintegrasi.

“Konektivitas antar dua wilayah ini sangat penting. Tidak hanya melayani angkutan penumpang, tapi juga logistik yang jauh lebih efisien dibandingkan bila diangkut dengan pesawat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran pemerintah untuk memperkuat keselamatan transportasi. Menurutnya, pemangkasan anggaran berisiko mengurangi efektivitas pengawasan dan pemeriksaan keselamatan di lapangan.

Kegiatan inspeksi kelaikan kapal atau ramp check, termasuk pemeriksaan kondisi armada dan keandalan fasilitas pelabuhan, membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.

Djoko yang juga menjabat Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat mengingatkan, lemahnya pengawasan dapat berdampak langsung terhadap keselamatan pengguna jasa.

“Fungsi pengawasan keselamatan di lapangan tidak berjalan optimal, yang pada akhirnya mengorbankan keselamatan pengguna jasa,” katanya.

Ia menambahkan, transportasi merupakan tulang punggung pembangunan modern yang memberikan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kepercayaan publik terhadap keamanan transportasi laut harus terus dijaga.

“Sehingga harus ada kepercayaan di masyarakat bahwa angkutan laut ini aman,” tegasnya.

ASDP Targetkan KMP Batumandi Diapungkan Awal November

Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menargetkan KMP Batumandi yang terbalik di perairan Pelabuhan Merak dapat diapungkan kembali pada awal November 2026.

General Manager ASDP Merak Umar Imran Batubara mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk mempersiapkan proses pengangkatan kapal tersebut.

“Dalam waktu dekat, kami membahas rencana ini bersama KSOP. Kami berharap penunjukan pelaksana pengapungan dapat dilakukan minggu ini,” ujar Umar dalam keterangan pers, Kamis (29/10/2026).

Setelah pelaksana pengapungan ditentukan, ASDP bersama KSOP dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) akan membahas metode serta tahapan pengangkatan kapal. Koordinasi juga akan melibatkan Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud).

Umar menjelaskan, proses pengapungan menjadi tahapan penting sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

“Setelah pengapungan selesai, kepolisian akan melakukan investigasi dan pemeriksaan, KNKT juga akan terlibat dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Untuk memastikan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni tetap berjalan normal, ASDP telah menyiapkan armada pengganti. KMP Port Link III yang sebelumnya melayani rute Surabaya, Jawa Timur, kini kembali dioperasikan pada lintasan Merak-Bakauheni.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang dan distribusi logistik Jawa-Sumatera selama proses penanganan KMP Batumandi berlangsung.

Insiden ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat standar keselamatan pelayaran, meningkatkan pengawasan armada, serta memastikan transportasi laut Indonesia semakin aman dan andal.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *