Investasi Rp 300 Triliun Mengalir, Indonesia Tetap Jadi Primadona Investor

Dok.Kemenko Perekonomian

FACEINDONESIA.CO.ID – Indonesia masih menjadi tujuan utama investor global. Pemerintah mengungkapkan, investasi baru yang tengah diproses diperkirakan mencapai Rp300 triliun, terutama untuk pembangunan pusat data (data center).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sejumlah investor berencana membangun data center dengan tambahan kapasitas sekitar 1,3 gigawatt (GW).

Bacaan Lainnya

Saat ini, kapasitas data center yang telah beroperasi di Indonesia mencapai sekitar 580 megawatt (MW).
“Investasi yang sedang dalam pipeline diperkirakan mencapai 15-20 miliar dolar AS atau sekitar Rp300 triliun,” kata Airlangga di Jakarta.

Salah satu perusahaan yang dikabarkan akan berinvestasi ialah Nvidia dari Amerika Serikat yang bekerja sama dengan mitra asal Australia. Selain di Batam, pembangunan data center juga akan dilakukan di Karawang, Jawa Barat.

Menurut Airlangga, perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat kebutuhan terhadap infrastruktur digital terus meningkat. Karena itu, pemerintah juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama dengan perusahaan semikonduktor Inggris, Arm Ltd.

Pemerintah menargetkan sekitar 15 ribu insinyur dan tenaga kerja Indonesia dapat bergabung dalam ekosistem industri semikonduktor tersebut.

Selain investasi pusat data, pemerintah juga akan meresmikan tambahan jaringan kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Batam-Singapura serta Bitung-Amerika Serikat pada 20 Juli 2026.

Sementara itu, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso memastikan minat investor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tetap tinggi meski PMI manufaktur Indonesia sempat berada di zona kontraksi pada Juni 2026. Menurutnya, prospek sektor manufaktur dalam enam hingga 12 bulan ke depan masih positif.

Direktur NEXT Indonesia Herry Gunawan menilai rencana investasi dari perusahaan teknologi global menunjukkan Indonesia masih dipercaya investor asing. Menurutnya, investasi langsung memang membutuhkan proses panjang sebelum direalisasikan.

Ia menambahkan, masuknya investasi tersebut akan memperkuat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja berkualitas, mendorong transfer teknologi, sekaligus meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.

Herry juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas politik agar iklim investasi tetap kondusif dan rencana penanaman modal dapat terealisasi sesuai harapan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *