FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam dan para ulama adalah pilar penting dalam menjaga kohesi sosial bangsa. Di tengah keberagaman yang menjadi jati diri Indonesia, peran mereka melampaui sekadar simbol keagamaan, melainkan menjadi penentu arah dan penyejuk di tengah kompleksitas dinamika zaman.
Pesan ini disampaikan Menag dalam Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halalbihalal Idulfitri 1447 H yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Melampaui Mimbar
Menag menekankan bahwa kepercayaan tinggi masyarakat terhadap ulama dan Ormas Islam di tingkat akar rumput adalah modal sosial yang luar biasa. Ia menyebut mereka sebagai mesin penggerak roda kehidupan yang nyata.
“Ulama dan Ormas Islam adalah kekuatan inklusif yang menyentuh lapisan masyarakat paling dalam. Perannya kini meluas; dari dakwah hingga transformasi pendidikan, penguatan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga vokasi sosial. Bahkan, kontribusi mereka kini diakui di panggung global,” ujar Menag dengan nada optimis.
Kompas Moral Global
Mengusung tema “Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia”, Menag menyoroti urgensi kehadiran MUI di tengah arus disrupsi informasi dan ketidakpastian geopolitik. MUI diharapkan terus menjadi rujukan yang tidak hanya otoritatif secara hukum agama, tetapi juga meneduhkan secara batiniah.
“Di tengah dinamika dunia yang kerap kehilangan arah, peran Majelis Ulama menjadi sangat krusial sebagai penjaga keseimbangan. MUI adalah kompas moral kita,” tuturnya.
Sinergi Strategis Umara dan Ulama
Lebih lanjut, Menag menegaskan bahwa pemerintah memandang Ormas Islam sebagai mitra strategis yang absolut. Sinergi antara umara (pemerintah) dan ulama merupakan kunci utama untuk memastikan pembangunan nasional tetap berdiri tegak di atas fondasi nilai-nilai spiritualitas dan kemanusiaan.
“Harapan kita adalah melihat Ormas Islam terus menjadi perekat yang menyatukan perbedaan, penunjuk jalan yang terang, dan menjadi energi moral bagi keberlanjutan bangsa,” tegas Menag.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH. Anwar Iskandar
Ikhtiar Mewujudkan Keadilan
Ketua Umum MUI, KH. Anwar Iskandar, menyambut hangat upaya pemerintah memperkuat sinergi ulama dan umara. Ia menegaskan komitmen para ulama untuk memastikan nilai-nilai universal seperti persatuan, keadilan, dan perdamaian tidak berhenti sebagai slogan, melainkan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Inilah khidmah para ulama: memberikan panduan dan kawalan moral agar bangsa ini senantiasa melangkah dalam koridor yang diridai Allah SWT,” ungkapnya.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, serta para pengurus pusat Ormas Islam dari seluruh penjuru tanah air. (San)





