Lulusan Ma’had Aly Disiapkan Tidak Hanya Jadi Ahli Agama

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Agama berkomitmen untuk menempatkan Ma’had Aly pada posisi strategis dalam peta pendidikan nasional. Melalui forum revitalisasi Tata Kelola Mudir Ma’had Aly yang berlangsung 14–16 April 2026, Kemenag meluncurkan desain besar kaderisasi yang memadukan kedalaman kitab kuning dengan kapasitas kepemimpinan modern.

Direktur Pesantren, Basnang Said, menyatakan bahwa perumusan kebijakan yang dilakukan saat ini adalah bentuk afirmasi negara agar mahasantri tidak hanya menjadi ahli agama (tafaqquh fiddin), tetapi juga arsitek politik dan sosial bangsa.

Bacaan Lainnya

 

Menjaga Kekhasan

Kemenag saat ini tengah menggodok integrasi aturan kemahasantrian ke dalam revisi Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 32 Tahun 2020. Langkah ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan upaya memberikan “payung hukum yang kokoh” bagi Ma’had Aly agar setara dalam kualitas namun tetap unik dalam karakter.

“Kita tidak ingin Ma’had Aly hanya melahirkan ulama di dalam kamar. Kita menyiapkan pemimpin masa depan yang punya keberanian masuk ke ruang-ruang strategis kebangsaan,” tegas Basnang Said di Tangerang Selatan, Selasa (14/4/2026).

Ia menekankan bahwa regulasi baru ini akan menjadi “kerangka utama” yang adaptif terhadap zaman, namun tetap menjaga ruh pesantren yang menjadi akar historis Ma’had Aly.

 

Keseimbangan Standar Nasional dan Independensi

Ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI), KH. Nur Salikin, menekankan pentingnya regulasi yang fleksibel. Afirmasi Kemenag disambut baik dengan catatan bahwa kemandirian pesantren harus tetap menjadi nafas utama dalam setiap pasal yang disusun.

“Regulasi kemahasantrian harus bersifat filosofis dan sosiologis, menjaga peran transformasi sosial pesantren tanpa harus mengikat secara rigid,” ungkapnya. Sinergi ini terlihat dari keterlibatan aktif tim AMALI dalam merumuskan norma-norma yang kini tengah diharmonisasi oleh Biro Hukum Kemenag.

 

Menuju Pusat Unggulan Global

Pesan kuat dari pertemuan di Tangerang Selatan ini adalah Ma’had Aly sedang dipersiapkan menjadi center of excellence (pusat unggulan). Perwakilan Dewan Mahasantri, Irfan Aulia Sadili, juga melihat ini sebagai momentum bagi organisasi kemahasantrian untuk bertransformasi menjadi laboratorium kepemimpinan yang terukur.

Hal senada disampaikan Basnang Said. Dia mengingatkan bahwa kualitas generasi ulama dan pemimpin bangsa di masa depan sangat bergantung pada ketajaman rancangan kebijakan hari ini.

“Ma’had Aly adalah masa depan. Sejauh mana kita merancangnya hari ini, di situlah kualitas pemimpin bangsa akan ditentukan,” pungkasnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *