FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Karena itu, Menag mengajak pelaku usaha kuliner dan masyarakat ikut menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Hal itu disampaikan Nasaruddin saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kelurahan Kutaampel, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jumat (15/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Menag meninjau langsung proses pengolahan makanan hingga distribusi paket MBG bagi anak-anak sekolah.
Turut hadir Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan pengurus Yayasan Gerakan Dapur Indonesia.
Dalam sambutannya, Nasaruddin mengatakan Rasulullah mengajarkan umatnya untuk bekerja sungguh-sungguh sekaligus memberi manfaat bagi sesama.
Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan program MBG yang tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya,” ujar Nasaruddin.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas makanan dalam program MBG. Dia meminta pengelola dapur menggandeng BPOM agar keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga.
Selain itu, Menag berharap keberadaan dapur MBG terus diperluas ke berbagai daerah karena dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Program tersebut juga disebut dapat menjadi ruang pemberdayaan bagi ibu rumah tangga serta pelaku UMKM melalui penyediaan bahan pangan dalam jumlah besar.
“Saya mengajak pelaku usaha kuliner membangun kreativitas sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Pada kesempatan itu, panitia turut menyalurkan bantuan sembako dan santunan tunai kepada lebih dari 2.000 kaum duafa dan anak yatim. Selain itu, dilakukan pula rekrutmen sekitar 50 tenaga kerja untuk operasional SPPG.
Sementara itu, Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung mengaku terkesan dengan dapur gizi modern pertama yang dibangun di wilayah pedesaan Karawang tersebut. Menurutnya, dapur MBG itu dilengkapi sistem sanitasi dan proteksi modern guna mendukung penyediaan makanan sehat bagi anak sekolah.
“SPPG ini menjadi bagian dari target pembangunan ribuan dapur gizi di Jawa Barat,” ujarnya.
Dia menjelaskan seluruh fasilitas dapur dibangun dengan standar tinggi, termasuk penggunaan material stainless steel 304 untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan selama proses pengolahan.
Lodewyk menambahkan, keberadaan dapur MBG sangat penting untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi jutaan anak sekolah di Jawa Barat.
Seluruh sistem operasional dapur, lanjutnya, diawasi tenaga profesional dengan standar keamanan pangan yang ketat.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan program MBG untuk melakukan penipuan.
“Kami minta masyarakat segera melapor jika menemukan dugaan penipuan program MBG,” tegasnya.
Direktur Pondok Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menambahkan, program SPPG dapat diintegrasikan dengan usaha produktif seperti pertanian, perkebunan hingga budidaya ikan untuk memenuhi kebutuhan dapur pesantren secara mandiri. (San)






