FACEINDONESIA.CO.ID – Peran perempuan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks menjadi sorotan dalam pertemuan pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dengan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait peran dan kerentanan perempuan dalam dinamika sosial masyarakat, mulai dari meningkatnya kekerasan terhadap anak, tantangan pergaulan remaja, hingga tekanan ekonomi rumah tangga akibat maraknya pinjaman online ilegal.
Menag menegaskan bahwa organisasi perempuan memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang menyentuh langsung kehidupan keluarga. “Isu perempuan hari ini bukan lagi sekadar perdebatan peran domestik atau publik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana memastikan perempuan terlindungi dari kekerasan serta mampu memperkuat ketahanan keluarga,” ujar Menag.
Menurutnya, jaringan sosial perempuan di masyarakat merupakan potensi besar untuk memperkuat edukasi sosial di tingkat komunitas. “Komunitas perempuan itu sangat kuat. Ada majelis taklim, kelompok arisan, komunitas sosial, dan berbagai forum lainnya. Jika ruang-ruang ini diisi dengan edukasi sosial yang baik, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Menag juga menilai sejumlah persoalan sosial yang berkembang belakangan perlu mendapat perhatian bersama, terutama yang berdampak langsung terhadap generasi muda dan kehidupan keluarga. “Ada beberapa isu yang perlu mendapat perhatian serius, seperti perundungan di kalangan anak-anak, meningkatnya penyakit menular seksual akibat pergaulan bebas, serta maraknya judi online dan pinjaman online ilegal yang menjerat banyak keluarga,” katanya.
Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan tersebut memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk organisasi perempuan. “Persoalan seperti bullying, judi online, pinjaman online ilegal, dan pergaulan bebas harus menjadi agenda bersama. Organisasi perempuan memiliki kekuatan sosial yang besar untuk melakukan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Sekretaris Jenderal ICMI, Andi Yuliani Paris, menyampaikan bahwa organisasi perempuan memiliki peran penting dalam menjangkau masyarakat di tingkat akar rumput. Menurutnya, berbagai ruang pertemuan perempuan di masyarakat—seperti arisan, majelis taklim, dan komunitas sosial—merupakan sarana yang potensial untuk memperkuat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Ia juga menyoroti meningkatnya tekanan ekonomi keluarga akibat maraknya pinjaman online dan praktik rentenir yang kerap menjerat perempuan di tingkat rumah tangga.
“Di banyak daerah kita melihat fenomena ibu-ibu yang terjerat pinjaman online atau rentenir karena akses terhadap lembaga keuangan formal masih terbatas. Kondisi ini sering kali berdampak pada stabilitas ekonomi keluarga,” jelasnya.
Selain membahas berbagai isu sosial tersebut, pertemuan ini juga membicarakan rencana penyelenggaraan muzakarah perempuan yang akan menghimpun organisasi kemasyarakatan perempuan, akademisi, serta para peneliti yang memiliki perhatian pada kajian keluarga dan perspektif gender.
Forum tersebut direncanakan menjadi ruang dialog untuk membahas peran, kedudukan, serta berbagai kerentanan perempuan dalam dinamika sosial yang terus berkembang, sekaligus merumuskan gagasan yang dapat memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat secara kontekstual dengan perkembangan zaman.
Andi Yuliani Paris berharap muzakarah tersebut dapat menghasilkan pemikiran konstruktif yang bermanfaat bagi penguatan ketahanan keluarga serta perlindungan perempuan dan anak.
“Muzakarah ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk bertukar pandangan sekaligus merumuskan langkah-langkah edukatif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi rencana tersebut, Menag menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai forum dialog semacam ini penting untuk memperkaya perspektif dalam merespons berbagai persoalan sosial di masyarakat.
“Forum seperti ini penting sebagai ruang bertukar pikiran dan memperkuat kolaborasi agar lahir langkah-langkah yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Menag. (San)





