FACEINDONESIA.CO.ID- Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, terus berbenah untuk kembali melayani penerbangan internasional dan menyambut wisatawan mancanegara.
General Manager Bandara Husein Sastranegara, Granito W. Hindrawan, mengatakan kesiapan bandara mencakup sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM), hingga prosedur pelayanan penerbangan internasional.
“Untuk kesiapan pelayanan penerbangan internasional Bandara Husein Sastranegara saat ini, kami nyatakan sudah siap untuk melayani penerbangan internasional,” kata Granito, Jumat (4/9/2026).
Sejumlah maskapai juga telah berkomunikasi dengan pihak bandara, di antaranya Scoot, AirAsia dan TransNusa. Rute yang dibidik antara lain Malaysia dan Singapura.
Dari sisi fasilitas, renovasi dan perbaikan utama telah selesai. Saat ini pengelola tinggal melakukan sejumlah pekerjaan perapihan di area internasional.
Untuk keberangkatan internasional, Bandara Husein menyiapkan 10 counter check-in dan tiga fasilitas self check-in. Selain itu, tersedia dua unit mesin X-ray untuk pemeriksaan barang bawaan penumpang.
Di area kedatangan, tiga mesin autogate atau all Indonesian disiapkan untuk mempercepat pemeriksaan imigrasi. Petugas imigrasi juga telah disiapkan untuk melayani penumpang.
Granito menjelaskan, petugas informasi dan aviation security (Avsec) telah mendapatkan berbagai pelatihan. Sosialisasi mengenai alur kedatangan dan keberangkatan internasional juga dilakukan bersama instansi terkait.
Koordinasi dengan unsur Customs, Immigration and Quarantine (CIQ) terus dilakukan untuk memastikan pelayanan penerbangan internasional berjalan optimal.
Saat ini Bandara Husein Sastranegara beroperasi pukul 06.00-21.00 WIB. Bandara memiliki landasan pacu sepanjang sekitar 2.220 meter dan lebar 45 meter yang dapat melayani pesawat hingga Boeing 737-800.
Terminal bandara memiliki luas sekitar 17.000 meter persegi, dengan 12.000 meter persegi untuk penerbangan domestik dan 5.000 meter persegi untuk internasional. Kapasitas terminal mencapai sekitar 3,4 juta penumpang per tahun.
Dari sisi konektivitas, Garuda Indonesia dan Citilink telah melayani sejumlah rute domestik. Super Air Jet juga dijadwalkan bergabung mulai 18 September 2026 dengan sejumlah rute, antara lain Kuala Namu, Pekanbaru, Ujung Pandang, Pontianak, Denpasar dan Balikpapan.
Dengan tambahan tersebut, total sekitar 10 rute penerbangan akan melayani Bandara Husein Sastranegara.
Pertumbuhan penumpang juga cukup signifikan. Sepanjang Januari-Agustus 2026, jumlah penumpang hampir mencapai 30 ribu orang, meningkat jauh dibanding periode yang sama pada 2025 yang hanya sekitar 2.500 penumpang.
Khusus pada 14-31 Agustus 2026, tercatat 214 pergerakan pesawat dengan sekitar 23.400 penumpang.
Pengelola juga memperkuat identitas Jawa Barat melalui penggunaan bahasa daerah dalam pengumuman, pertunjukan tari dan seni suara, serta menghadirkan aroma khas Jawa Barat berupa Keraton Tea.
Granito menegaskan pembenahan dilakukan tanpa membangun terminal baru. Pengelola hanya melakukan pengecatan ulang, penataan pencahayaan dan pelapisan sejumlah dinding dengan HPL.
“Tidak ada pembangunan baru yang dilakukan. Terminal ini hanya kami cat ulang, kemudian ada beberapa yang kami mainkan lighting-nya, begitu juga ada beberapa tembok yang kami lapisi dengan HPL,” ujar Granito.
Bandara Husein Sastranegara sebelumnya vakum hampir tiga tahun dari penerbangan komersial. Bandara kembali dibuka untuk penerbangan jet komersial pada 14 Agustus 2026.
Pengelola kini menunggu konsep pemerintah terkait kemungkinan kolaborasi dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Granito memastikan pihaknya siap bekerja sama untuk memperkuat konektivitas penerbangan di Jawa Barat.(DRI)






