Laba Jasa Raharja Melonjak 138 Persen Jadi Rp 2,3 Triliun

Dok.Jasa Raharja

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Jasa Raharja (Persero) mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 2,30 triliun, melonjak 138,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 963,74 miliar.

Capaian tersebut juga melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) hingga 175,68 persen.

Hasil ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta.
RUPS menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan 2025. Selain itu, rapat juga membahas evaluasi kinerja perusahaan, laporan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK), serta aspek kepatuhan dan pengendalian internal.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, pertumbuhan tersebut merupakan hasil transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten, disertai penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Keberhasilan ini merupakan buah dari transformasi berkelanjutan. Kami tidak hanya mengejar kinerja keuangan, tetapi juga memperkuat perlindungan dasar bagi masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi negara,” ujar Awaluddin.

Sepanjang 2025, pendapatan asuransi meningkat menjadi Rp 8,17 triliun dari Rp 7,49 triliun. Pendapatan investasi juga tumbuh 73 persen menjadi Rp 1,40 triliun, sementara laba sebelum pajak naik menjadi Rp 2,57 triliun.

Total aset konsolidasian mencapai Rp 20,63 triliun dengan ekuitas Rp 12,62 triliun. Arus kas dari aktivitas operasi meningkat hampir 115 persen menjadi Rp 1,74 triliun, sedangkan penerimaan premi tercatat Rp 6,87 triliun.
Kinerja tersebut didukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Jasa Raharja kembali memperoleh opini Wajar Dalam Semua Hal yang Material dari auditor independen serta mempertahankan peringkat idAAA/Stable.
Di sisi pelayanan, hingga Juni 2026 Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp 1,61 triliun kepada 74.934 korban kecelakaan.

Pembayaran santunan korban luka-luka melalui mekanisme guarantee letter mencapai Rp 849 miliar atau sekitar 99 persen dari total santunan luka-luka.

Kecepatan layanan juga terus meningkat. Rata-rata penyelesaian santunan meninggal dunia kini hanya 1 hari 1 jam, didukung kerja sama dengan 2.853 rumah sakit di seluruh Indonesia.

Selain itu, pada semester I 2026 Jasa Raharja menjalankan 4.366 program keselamatan transportasi, mulai dari edukasi berlalu lintas, penguatan infrastruktur, operasi lintas instansi, riset daerah rawan kecelakaan, hingga inovasi teknologi keselamatan.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan juga menyalurkan Rp 32,33 miliar sepanjang 2025 untuk pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, dan berbagai kegiatan sosial.(DEN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *