FACEINDONESIA.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bersama BSI dan BSI Maslahat mengajak 70 siswa dari berbagai sekolah mengikuti edukasi peduli lingkungan di Stasiun Halim, Jakarta.
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui lomba mewarnai, sosialisasi Whoosh Eco Friendly, Green Mission Challenge, tur stasiun, hingga pengalaman naik kereta cepat Whoosh menuju Stasiun Padalarang.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk menggunakan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai inovasi keberlanjutan yang diterapkan KCIC.
Berdasarkan kajian Fakultas Teknik Universitas Indonesia, emisi karbon Whoosh mencapai 6,9 gram CO₂ per penumpang per kilometer, sekitar 54 persen lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi.
Selain itu, satu rangkaian Whoosh mampu mengangkut hingga 601 penumpang atau setara sekitar 150 mobil pribadi, sehingga berkontribusi mengurangi kemacetan dan emisi karbon.
Melalui Green Mission Challenge, anak-anak belajar memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat kertas, serta mengenal sistem pengelolaan sampah di seluruh stasiun Whoosh.
KCIC juga mendukung gaya hidup berkelanjutan dengan menyediakan water station di berbagai stasiun agar penumpang dapat mengisi ulang botol minum. Seluruh stasiun juga dilengkapi Sewage Treatment Plant (STP) untuk mengolah limbah cair yang dimanfaatkan kembali bagi kebutuhan nonkonsumsi.
Di sisi lain, KCIC terus memperkuat digitalisasi layanan. Saat ini sekitar 80 persen tiket Whoosh dibeli melalui kanal digital sehingga turut mengurangi penggunaan kertas.
Eva berharap pengalaman tersebut tidak hanya memberikan kesan menyenangkan, tetapi juga membangun kebiasaan anak-anak untuk menjaga kebersihan dan memilih transportasi publik sebagai bagian dari upaya melestarikan lingkungan.(ZID)





