FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah mendorong penguatan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai strategi utama mewujudkan kedaulatan pangan nasional tanpa bergantung pada impor. Melalui skema ini, hasil panen petani dan nelayan akan diserap langsung dari desa untuk memperkuat stok pangan dalam negeri.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya fokus pada ketahanan pangan, tetapi juga kedaulatan pangan. Artinya, kebutuhan pangan nasional harus dipenuhi dari produksi dalam negeri.
“Kedaulatan pangan berarti bangsa ini mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan sendiri, bukan bergantung pada impor,” ujarnya.
Kopdes Jadi Offtaker Hasil Produksi Desa
Dalam implementasinya, Kopdes akan berperan sebagai offtaker atau penampung hasil produksi masyarakat desa. Komoditas seperti beras, jagung, sayuran, ikan, hingga produk lokal lainnya akan dibeli langsung oleh koperasi.
Skema ini memberikan kepastian pasar bagi petani dan nelayan, terutama saat panen raya, sehingga mereka tidak lagi terpaksa menjual hasil dengan harga rendah.
Perkuat Pascapanen: Dryer hingga Cold Storage
Pemerintah juga menyoroti pentingnya pengelolaan pascapanen. Kopdes akan dilengkapi fasilitas modern seperti alat pengering gabah (dryer), penyimpanan suhu terkontrol, hingga cold storage untuk sektor perikanan.
Dengan dukungan tersebut, kualitas produk tetap terjaga dan harga jual bisa lebih stabil. Selama ini, keterbatasan fasilitas membuat banyak hasil panen cepat rusak atau dijual murah.
Hasil panen yang telah memenuhi standar nantinya akan disalurkan ke Perum Bulog sebagai bagian dari cadangan pangan nasional.
Distribusi Lebih Pendek, Harga Lebih Stabil
Selain menyerap produksi, Kopdes juga akan menjadi pusat distribusi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, pupuk, hingga LPG. Rantai distribusi yang lebih singkat diharapkan mampu menekan biaya logistik dan menjaga harga tetap terjangkau di masyarakat.
Dengan sistem ini, desa tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal.
Siap Hadapi Krisis dan Dorong Ekspor
Wakil Menteri Koperasi menambahkan, keberadaan Kopdes juga penting untuk menghadapi ketidakpastian global. Dengan stok yang dikelola di tingkat desa, ketahanan pangan nasional menjadi lebih kuat saat terjadi krisis.
Jika produksi melimpah dan dikelola dengan baik, Indonesia bahkan berpeluang mengekspor komoditas pangan ke pasar internasional. (San)





