FACEINDONESIA.CO.ID – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatat produksi lebih dari 2,14 juta ton pupuk pada kuartal I-2026. Capaian tersebut terdiri dari 1,16 juta ton urea, 874 ribu ton amonia, dan 104 ribu ton NPK.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menyebut kinerja ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan pasokan pupuk nasional di tengah dinamika global. Ia menegaskan ketersediaan pupuk sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian Indonesia.
Saat ini, Pupuk Kaltim memiliki 13 pabrik dengan kapasitas total sekitar 6,47 juta ton per tahun. Hingga akhir April 2026, stok pupuk tercatat mencapai 618.393 ton yang tersebar di gudang dan jaringan distribusi Pupuk Indonesia.
Perusahaan juga terus meningkatkan efisiensi produksi melalui modernisasi pabrik, termasuk proyek revamping Ammonia Pabrik-2 yang mampu menekan konsumsi gas lebih dari 10 persen.
Selain itu, Pupuk Kaltim mengembangkan pabrik soda ash pertama di Indonesia serta memperkuat program pertanian terpadu melalui Agrosolution dan PKT BISA.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan pupuk sekaligus memperkuat ekosistem pertanian nasional. (San)





