Kemendikdasmen Buka 174 Formasi Guru SILN dan CLC 2026

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) serta Pendidik Tetap pada Community Learning Center (CLC) Tahun 2026.

Sebanyak 174 formasi tersedia dalam seleksi tersebut. Rinciannya, 42 formasi untuk SILN yang terdiri dari 39 guru dan 3 tenaga kependidikan, serta 132 formasi Pendidik Tetap CLC.

Bacaan Lainnya

Dari 132 formasi CLC, sebanyak 112 formasi dialokasikan untuk Sabah dan 20 formasi untuk Sarawak, Malaysia. Pembukaan formasi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidikan sekaligus menjaga mutu layanan pendidikan bagi warga negara Indonesia di luar negeri.

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Temu Ismail, mengatakan penugasan di SILN dan CLC membutuhkan kompetensi, integritas, kemampuan beradaptasi, profesionalisme, serta komitmen pengabdian yang kuat.

Menurutnya, lingkungan pendidikan di luar negeri juga dapat menjadi ruang bagi guru untuk memperluas wawasan dan mengembangkan kompetensi profesional.

Temu menegaskan, proses seleksi harus dilakukan secara objektif, transparan, akuntabel, serta berdasarkan kompetensi dan kebutuhan satuan pendidikan. Hal tersebut untuk memastikan pendidik yang terpilih memiliki kesiapan menjalankan tugas di SILN dan CLC.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Fasilitasi Internasional, Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kemendikdasmen, Lukmanul Hakim, menjelaskan para pendidik yang terpilih akan mendapatkan pengalaman internasional, kesempatan berinteraksi secara global, serta pengembangan kompetensi profesional.

Untuk aspek kesejahteraan, honorarium mengacu pada Satuan Biaya Masukan Lainnya (SBML) yang ditetapkan Kementerian Keuangan. Besarannya disesuaikan dengan biaya hidup di negara penempatan dan mencakup biaya hidup, tempat tinggal, social security, asuransi kecelakaan, pajak, serta lembur.

Masa penugasan guru non-ASN selama dua tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi kinerja serta kebutuhan sekolah.

Secara umum, pelamar harus berstatus WNI, non-ASN, berusia maksimal 45 tahun, serta memenuhi kualifikasi dan kompetensi sesuai formasi. Pelamar juga harus memiliki kemampuan Bahasa Inggris, antara lain dibuktikan dengan TOEFL minimal 450 atau IELTS 5,0.

Untuk guru SILN, pendidikan minimal S1 sesuai bidang dengan IPK minimal 3,00. Khusus penempatan Jeddah, Riyadh, dan Makkah, pelamar diwajibkan memiliki kemampuan Bahasa Arab lisan dan tulisan.

Guru TIK SILN diutamakan memiliki kemampuan mengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Sementara guru Matematika SILN Davao diutamakan mampu mengajar TIK/KKA.

Untuk guru kejuruan kuliner di Kota Kinabalu, pelamar wajib memiliki sertifikat kompetensi yang linier sekurang-kurangnya setara KKNI Level 4.

Selain kemampuan akademik, Kemendikdasmen juga memperhatikan kemampuan mengajar lintas jenjang dan lintas mata pelajaran. Kompetensi tersebut dinilai penting karena karakteristik SILN dan CLC membutuhkan fleksibilitas pendidik.

Sementara itu, tenaga kependidikan SILN membutuhkan kompetensi pengelolaan administrasi sekolah, teknologi informasi, data dan Dapodik, serta keuangan satuan pendidikan. Khusus Kepala Tenaga Administrasi Sekolah, pelamar harus memiliki pengalaman minimal dua tahun sebagai kepala tenaga administrasi pada satuan pendidikan formal.

Pendaftaran seleksi SILN dan CLC 2026 dibuka secara daring mulai 14 September hingga 2 Oktober 2026 melalui laman resmi gtk.kemendikdasmen.go.id/gtksilnclc/.

Seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya. Setiap pelamar hanya dapat memilih satu formasi sesuai kebutuhan yang tersedia.

Melalui seleksi ini, Kemendikdasmen menargetkan tenaga pendidik dan kependidikan yang memiliki kualifikasi, kompetensi, adaptabilitas, serta kesiapan mengabdi untuk mendukung pendidikan bermutu bagi anak-anak Indonesia di luar negeri.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *